My Corner (Happy Think, Happy Life)

Kenapa Harus Move On?

Hidup, pasti semua orang dalam hidup ini pernah ngalamin masalah. Atau gak pernah punya masalah? *yakin nih??. Setahuku hanya orang gila saja yang tak punya masalah. Ya, karena mereka hidup sudah tidak “di dunianya” lagi.

Trus pas ngadepin masalah bagaimana rasanya? pastinya waswas, pusing dan takut. Nah setelah selesai pasti rasanya plong dong.. Tapi bagaimana jika tidak sesuai dengan harapan? pastinya kecewa berat, hilang semangat, down..

Aku juga pernah lho mengalami masalah yang membuatku down.. banget.. banget..

 diariseoranglelakiromeo.blogspot.com

diariseoranglelakiromeo.blogspot.com

Aku pernah  mengalami First love, ketika aku SMP. Tapi sayangnya, ia tak memiliki rasa yang sama. Hatiku hancur karena cintaku berpangku tangan, namun rasa itu masih tetap ada hingga aku dewasa.

Ketika aku kuliah aku lebih suka bergaul dengan teman laki-laki, karena bagiku sangat nyaman berteman dengan mereka dan teman perempuan jumlahnya sedikit. Selain itu rumah mereka juga dekat denganku. Hal itu menjadi kemudahanku dalam mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh para dosen.

Ada 3 orang yang tulus dalam berteman denganku. Hubungan pertemanan kami adalah simbiosis mutualisme yang berubah menjadi persahabatan. Aku senang dengan keakraban yang mereka ciptakan. Aku  merasa memiliki sahabat dan kakak. Mereka juga akrab dengan kedua orang tuaku. Sehingga kehadiran mereka membuatku lupa denganseseorang di masa lalu.

Hingga suatu hari, aku mengikuti audisi pemain film di sebuah stasiun TV lokal. Aku bertemu dengan seorangg lelaki. Dia pemain yang cakep, baik dan pintar. Kami sering berdiskusi dan main dalam satu scene. Sejak saat itulah rasa kagumku mulai muncul benih-benihnya.

Setelah itu kami tetap berkomunikasi. Namun, ada rasa yang berbeda yang kini hadir, sebuah getaran yang dahulu pernah kurasakan. Tapi apakah dia merasakannya juga? Ketiga sahabatku mulai “menghilang” karena kesibukan kami masing-masing.

Hingga suatu hari seseorang dimasa lalu datang kembali dalam kehidupanku kini.  Aku senang, namun kulihat wajah mendung menggelayut di wajah lelaki itu. Dan seseorang itu pun kembali menghilang bagaikan angin lalu.

Dalam rasa (kembali) kecewa aku pun mencoba move on.  Lelaki tersebut  telah menjadi “telinga” bagiku.

Makin lama percikan itu menjadi api  yang  membara. Aku menyukainya dan dia pun menyukaiku. Kami sama-sama saling menyukai. Dia pun mengajakku dan adikku bermain ke rumahnya suatu hari. Ahh.. semuanya sungguh terasa indah.

Hanya lewat 2 jam, setelah aku pulang dari rumahnya handphoneku pun berbunyi, dari lelaki itu. Kangenkah ia? Tapi ternyata aku salah. Ada suara seorang wanita yang menelepon. Ia mengaku kekasih lelaki itu. Aku pun hanya mengatakan, “Aku sahabatnya lelakimu”

Aku tak bisa tidur saat itu. Luar biasa, badanku langsung lemas, pucat dan asam lambungku mendadak naik ke mulut. Apalagi ditambah keinginan wanita itu ingin bertemuku. kami bertiga bertemu di kampus kalian. Ahh..  apakah aku bisa?

Ketiga sahabatku yang melihat perubahanku heran melihatku. Aku yang biasa ceria berubah menjadi mendung. Mukaku pucat, badanku lesu lemas tak bergairah.

Hingga tiba saatnya kami bertemu. Lelaki itu tertunduk malu, melihat aku dan wanita itu. Lelaki itu bagai seorang terdakwa

“Ini. aku kembalikan bukumu A” begitu kataku ketika itu. Aku sengaja menutupinya agar lelaki itu tak merasa semakin bersalah. Dan wanitamu melihat yang aneh pada sikapmu.

Lelaki itu pun berkata, “aku tak konsen memikirkanmu.” Ah, sudahlah. Lelaki itu pun meminta maaf kepadaku atas kejadian tersebut dan mengatakan sudah tak ada hubungan lagi dengannya. Tapi mengapa kalian tadi bisa begitu intimnya?

Aku pun memaafkanmu. Kau jemput aku di kampusku walau dalam keadaan basah kuyup, dan jarak kampus kita yang berada di ujung dan selatan. Semuanya tak masuk akal dan lelaki itu bersikap manis kepadaku.

Ketiga sahabatku telah mengingatkan akan perlakuan lelaki itu. Namun aku tak perduli, aku sedang sedang dibawanya ke syurga.

Wanita itu kembali menghubungiku. Ia menanyakan kabarku dan hubungan kita berdua. Kutegaskan bahwa aku sahabatmu. Namun ia tak percaya. Wanita itu ingin bertemu kita sekali lagi dan membiarkan lelaki itu memutuskan siapa yang dipilihnya.

Dengan alasan yang sama, mengembalikan buku untuk yang kedua kalinya kita bertemu. Aku sudah tau keputusannya, pasti lelaki itu akan memilih wanitanya. Entah karena memang ia masih mencintainya ataukah ia tak tega lagi menyakiti hatiku untuk yang kesekian kali. Ia merasa dipecundangi oleh kami berdua. Tapi ya sudahlah, memang itulah hukuman yang pantas baginya.

Thank you, i’m proud you begitulah sms wanita tersebut padaku setelah kalian berdua meninggalkanku dalam rasa hampa..

Setelahnya. tiba-tiba salah seorang dari ketiga sahabatku mengirimkan pesan, Kamu dimana?

Aku di suatu tempat, telah mengadakan pertemuan penting. Antara aku, wanita itu dan (mantan) lelakiku. Aku putus!

Sesaat kemudian bunnyi pesan itu kembali berbunyi,

Kamu tak apa-apa?

Iya, aku tak apa-apa

Ah, sebenarnya aku berbohong. Sungguh, aku kenapa-napa saat ini. hancur sehancur-hancurnya. Aku butuh kalian bertiga untuk jadi “tisu dan telingaku”.

 Muslimah Sejati itu selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, akan mengambil hikmah dari segala peristiwa… “(TS, Your Best Friend).

Ya aku seorang Muslimah. Untuk apa aku berlarut dalam kesedihan. Untuk apa aku menangisi sesuatu yang belum tentu akan jadi hakku nanti. Aku telah dholim.

Aku harus menuju Allah segera, memohon ampun atas dosa-dosaku. Dan aku sudah rindu untuk bertemu dengan ketiga sahabaku di kedai bakso favorit kita sambil berdiskusi dan bercanda bersama.

Jadi, setelah ini kenapa aku harus move on? 

Karena Hidup ini begitu indah dan sangat sayang jika harus dilewatkan. Banyak mimpi dan cita-cita yang masih harus digapai. Dan jalan yang begitu panjang harus dilalui. Semuanya begitu sayang terbuang jika tanpa kehadiran ketiga sahabatkuTS, DS, GG..

So, come on let’s to move on 

*Sambil dengerin lagunya Letto, “Sampai Nanti Sampai Mati” menuju tempat peraduan*

Kalau kau pernah takut mati, sama
Kalau kau pernah patah hati, aku juga iya
Dan sering kali, sial datang dan pergi,
tanpa permisi, kepadamu, suasana hati
tak peduli

Kalau kau kejar mimpimu, salut
Kalau kau ingin berhenti, ingat ‘tuk mulai lagi
Tetap semangat, dan teguhkan hati,
di setiap hari, sampai nanti, sampai mati

Kadang memang, cinta yang terbagi
Kadang memang…
Seringkali, mimpi tak terpenuhi
Seringkali…

Tetap semangat, dan teguhkan hati,
di setiap hari, sampai nanti
Tetap melangkah, dan keraskan hati,
di setiap hari, sampai nanti, sampai mati…
sampai mati…

detha-blog.blogspot.com

detha-blog.blogspot.com

Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk

Iklan

9 comments on “Kenapa Harus Move On?

  1. Nunu El Fasa
    April 15, 2014

    Aku juga suka letto

  2. jampang
    April 15, 2014

    move on iu lebih baik 😀

  3. Catcilku
    April 23, 2014

    Jadi ini cuma cerita utk ikutan GA ya… kirain tadi beneran 😀

  4. linda
    April 24, 2014

    wah cinta segitiga…

  5. Miss Fenny
    April 29, 2014

    Lagunya Letto itu favorit Fenny juga mbak 😉 Tosss !!!

  6. Ping-balik: Update Peserta Birthday Giveaway: MOVE ON! | Jejaring Miss Fenny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 14, 2014 by in Tulisan untuk Lomba Blog dan Give Away.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 39,686 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: