My Corner (Happy Think, Happy Life)

Be a different person

Hilang akal sehatku

Memang kau racun

Wanita racun dunia

Wanita racun dunia

Apa daya itu adanya… wooou…

Mati laju darahku

Takluk sudah hebatku

Hilang akal sehatku

Hilang akal sehatku

Memang kau racun…

Racun…     (20x)

[Chord The Changcuters: Racun Dunia – LirikLaguMusik.com]

***

Apa bener Wanita itu Racun Dunia, seperti yang dinyanyikan dalam lirik lagu Changcuters ?

Emh.. kalo aku  sih tidak setuju dengan kalimat itu. Sungguh kata-kata yang keterlaluan. Dalam lagu tersebut, wanita disebut sebagai racun dunia seolah wanita itu adalah penyebab kerusakan di muka bumi. Terus kalo wanita itu racun dunia, darimana lahirnya generasi penerus bangsa?

Memang sih, aku pikir lirik “Wanita racun dunia” itu karena sejak jaman dahulu, zaman jahiliyah wanita itu selalu menjadi barang atau benda. Mereka bukan manusia seutuhnya.

Pada zaman jahilyah, seorang anak perempuan adalah  mutlak milik ayahnya. Sehingga ayahnya dengan sewenang-wenang bisa mengawinkan ia dengan laki-laki yang disukai oleh bapaknya tersebut. Kemudian oleh bapaknya mereka dinikahkan  dengan laki-laki yang bisa mengangkat harkat, derajat  serta status ekonomi dan sosial keluarganya. Bahkan sejarah Islam mencatat, banyak sekali pada zaman jahiliyyah para ayah yang membunuh anak perempuannya karena dianggap aib bagi keluarga. Dan seorang istri adalah milik suamiya. Sehingga suaminya berhak melakukan perbuatan yang sewenang-wenang tanpa bisa melakukan perlawanan, karena dianggap sebagai bentuk bakti seorang istri yang penurut terhadap suami walaupun harus bernasib naas. Seolah sudah takdirnya wanita diperlakukan  seperti itu. Tak hanya itu, wanita juga dijadikan barang taruhan dalam suatu pertaruhan pemainan.

Maka tak heran, pada zaman dahulu kerusakan terjadi dimana-mana. Dan masyarakatnya menganggap bahwa itu semua karena ulah wanita. Sehingga disebut sebagai “racun dunia”.

Kemudian Islam datang di tengah kelamnya zaman hingga mendudukkan para wanita menjadi mulia. Seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khattab, “Pada masa jahiliyah, wanita itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa wanita itu sederajat dengan laki-laki.” (sumber :www.was-was.com).

Islam memang memuliakan wanita dengan disamakan derajatnya sama dengan laki-laki. Maksud sama disini adalah jika seorang wanita berbuat kebaikan maka ia  akan mendapatkan pahala sebagaimana seorang laki-laki yang berbuat kebaikan, begitu pun sebaliknya jika seorang wanita berbuat kejahatan maka ia pun akan mendapat dosa sebagaimana seorang laki-laki yang berbuat kejahatan. Tidak ada perbedaan bagi keduanya. Selain itu Islam menempatkan  wanita bukan sebagai barang namun sebagaimana manusia seutuhnya. Wanita memiliki hak dan kewajiban dan tak bisa dipermainkan layaknya boneka ataupun barang.

Wah, mulia sekali ajaran Islam. Dan aku merasa bangga sebagai Muslimah.

Tapi sesungguhnya, Islam itu sudah membuat wanita jadi mulia. Apakah wanita itu akan mulia dengan sendirinya? Tentu saja tidak teman. Wanita pun harus memuliakan dirinya sendiri.

Islam sudah memuliakan wanita, namun jika wanita tersebut tidak mau memuliakan dirinya tentu saja ia tak akan menjadi mulia.Sebagai contoh, Wanita dalam pandangan Islam adalah mulia. Tetapi wanita tersebut tidak menunjukkan kemuliaannya dengan cara mengumbar auratnya kepada yang bukan muhrim, memamerkan keindahan tubuhnya di (maaf) etalase agar dilihat para pria hidung belang atau pun mengumbar nafsunya.  Hal tersebut sudah menunjukkan turunnya kemuliaan wanita bahkan menjadikannya menjadi makhluk yang hina.

Nah, Islam yang indah akan ajarannya mengatur hal itu semua. Agar Wanita yang sudah mulia (oleh Islam) tidak menjadi hina.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

” Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”  (QS. AnNur [24]: 31).

Ya, Islam mengatur wanita agar menutup perhiasan (aurat) nya. Apakah hal itu untuk membatasi gerak dan mobilitas wanita itu sendiri?

Wanita yang telah akil baligh (usia dewasa), memang diwajibkan untuk menutup aurat. Karena pada saat itu, semua bagian tubuh wanit adrai kepala hingga kaki terlihat indah dan menarik di mata kaum lawan jenisnya. Ciri-ciri wanita yang telah baligh salah satunya ditandai dengan datangnya menstruasi. Jadi pada masa ini semua tanggung jawab amal ibadahnya sudah menjadi tanggung jawab dirinya bukan lagi kedua orang tuanya.

Mamah aku pun pernah mengingatkanku sebelum masuk masa akil baligh (saat SD kelas lima) ini agar mengenakan hijab,

“Teh, nanti kalo udah mens (haid) harus udah pake kerudung (jilbab). Karena nanti dosa dan pahala teteh yang tanggung sendiri, bukan mamah dan papah lagi”

Ketika aku mau masuk SMP saat pengukuran baju seragam, aku minta ke mamah agar dibuatkan seragam panjang karena aku ingin berkerudung. Tapi mamah menolak keinginanku. Beliau khawatir nanti jika aku memakai kerudung maka kerudungnya akan di lepas lagi. Aku dianggap belum dewasa dan belum bisa mempertanggung jawabkan keputusanku  Jadi ya sudah, dengan rasa sedih aku pun mengikuti keinginan mamah tersebut.

Akhirnya dengan penuh keyakinan dan kemantapan, saat  SMP kelas satu catur wulan II (dulu caturwulan, bukan semester) tepat saat mens pertama aku pun mengenakan jilbab saat ke sekolah. Aku menunjukkan kemantapanku pada mamah saat liburan cawu I. Aku sediki demi sedikit mengganti gaya berpakaianku yang biasanya pake rok mini atau celana pendek dengan baju berlengan panjang berkerah leher dan celana panjang, kemudian dilanjutkan memakai jilbab ketika keluar rumah.

Melihat kesungguhan tersebut akhirnya mamah luluh juga. Saat akan masuk cawu II mamah membelikan aku seragam sekolah di pasar. Duuh senangnya, saat aku memakai jilbab pada hari pertama sekolah. Ada rasa malu, risih dan kagok saat pertama kali masuk. Seolah semua mata memandang kearahku saat upacara di lapangan sekolah. Teman-teman dikelas juga kaget melihat aku yang biasanya rajin memakai aksesori di rambut kini tiba-tiba menggunakan kain penutup kepala. Tapi alhamdulillahnya semua memberi respon positif, “Kamu lebih cantik”. Wah hati ini sungguh berbunga-bunga dan menjadi Pede. Apalagi saat zaman aku sekolah dulu, yang dikerudung masih jarang. Di kelas aku, yang berkerudung ada dua orang. Aku dan temanku.

Tapi apakah ketika aku berkerudung aku tidak mengalami tantangan? tentu saja ada, teman!

Aku yang baru saja berjilbab, harus mengganti pakaian seragamku yang masih berlengan pendek. Diantaranya pakaian seragam olahraga dan batik. Syukur alhamdulillah, pakaian olahraga yang aku pesan langsung pindah ketanganku karena ready stok di koperasi sekolah. Hanya sayang, seragam batik yang kupesan masih harus kutunggu hingga dua bulan. Aku udah capek bolak balik ke koperasi karena berulang kali kutanya berulang kali juga jawaban yang kudapat adalah, “belum ada lagi neng”.

Sedih juga hatiku saat itu. Karena aku hanya memakai seragam putih biru tanpa pakaian batik. Untung saja pakaian seragamku ada dua pasang, jadi tidak ribet.

Hingga suatu hari pada hari Jum’at saat jam pelajaran Bahasa Inggris, guru pembina Osis mengadakan razia di sekolah. Semua kelas di razia seragam batik. Guru tersebut terknal galak banget. Teman-teman yang gak pake seragam batik di marahi abis-abisan di depan guru Bahasa Inggris di kelas dan langsung di giring ke ruang BP. Aku yang saat itu menyaksikan  langsung ketakutan. Takut dimarahi dan memang gak biasa dihukum.

Saat guruku bilang,”Hai, Kamu yang berkerudung!”

Deg! hatiku dagdigdug ser, keringat mengucur deras dari seluruh tubuhku.

“Iiya, pak.” jawabku.

“Kamu gak pake baju batik?” tanyanya lagi.

“Lu..lupa pak” duuh kenapa aku bilang gitu yah? terpaksa aku berbohong karena ketakutan.

 Itu, baju batik pesanannya sudah ada di koperasi. Ambil aja! ” katanya kemudian.

“Baik, pak”

Hupth aku selamat! Syukur alhamdulillah, beliau gak memarahiku. Ternyata beliau sering nongkong di koperasi dan  tau aku sering bolak-balik ke koperasi yang menanyakan seragam batikku tersebut.

Dan sejak saat itu, sejak aku berjilbab aku pun dikenal oleh teman-teman dan guru di sekolah.Aku nampak berbeda dibanding teman-teman yang lain, dan aku merasa nyaman

Foto Saat kelas tiga SMP (tahun 2002) Hayo, aku yang mana coba??

Foto Saat kelas tiga SMP (tahun 2002)
Hayo, aku yang mana coba??

Aku gak wajib berenang saat jam pelajaran renang dan digantikan dengan mengerjakan tugas. Aku diperlakukan dengan sopan oleh para teman lelaki. Kini teman-teman mengenalku sebagai murid yang berjilbab. Pergaulan mau tak mau jadi dibatasi tak mau terlalu dekat dengan teman laki-laki (tapi anehnya banyak teman laki-laki yang sering curhat tentang pacarnya atau keluarganya sama aku). Selain itu prestasi belajarku meningkat. Aku yang biasanya hanya rangking 10 besar, pun terus terpacu semangat belajarku dan mengantarkanku pada rangking tiga besar. Soalnya aku malu, masa berjilbab tapi otaknya kosong dan akhlaknya nol. ehhhehe 🙂

Solat pun aku benahi, mulai berusaha gak belang betong (kadang sholat kadang gak). Berusaha menjadi temen yang gak nyebelin.

Berjilbab membuat aku nyaman, dan bebas bergerak. Aku yang awalnya suka sekali mengenakan celana panjang sedikit demi sedikit mulai menggantinya dengan rok ataupun gamis. Selain itu persyaratan jilbab berusaha ku penuhi agar mendapat ridho Alloh.

Para ulama mempersyaratkan busana muslimah berdasarkan penelitian dalil Al-Qur’an & As-Sunnah sebagai berikut:

1. Harus menutupi seluruh tubuh, hanya saja ada perbedaan pendapat dlm hal menutup wajah & kedua telapak tangan. Dalilnya adalah QS. An-Nuur : 31 serta QS. Al-Ahzab : 59. Sebagian ulama memfatwakan bahwa diperbolehkan membuka wajah & kedua telapak tangan, hanya saja menutupnya adalah sunnah & bukan sesuatu yang wajib.

2. Pakaian itu pada hakikatnya bukan dirancang sebagai perhiasan. Dalilnya adalah ayat yang artinya, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang bisa tampak.” (QS. An-Nuur : 31) Sebagian perempuan yang komitmen terhadap syari’at mengira bahwa semua jilbab selain warna hitam adalah perhiasan. Penilaian itu adalah salah karena di masa Nabi sebagian sahabiyah pernah memakai jilbab dgn warna selain hitam & beliau tak menyalahkan mereka. Yang dimaksud dgn pakaian perhiasan adalah yang memiliki berbagai macam corak warna atau terdapat unsur dari bahan emas, perak & semacamnya. Meskipun begitu penulis Fiqhu Sunnah li Nisaa’ berpendapat bahwa mengenakan jilbab yang berwarna hitam itu memang lebih utama karena itu merupakan kebiasaan para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

3. Pakaian itu harus tebal, tak boleh tipis supaya tak menggambarkan apa yang ada di baliknya. Dalilnya adalah hadits yang menceritakan dua golongan penghuni neraka yang salah satunya adalah para perempuan yang berpakaian tapi telanjang (sebagiamana tercantum dlm Shahih Muslim) Maksud dari hadits itu adalah para perempuan yang mengenakan pakaian yang tipis sehingga justru dapat menggambarkan lekuk tubuh & tak menutupinya. Walaupun mereka masih disebut orang yang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka itu telanjang.

4. Harus longgar, tak boleh sempit atau ketat karena akan menampakkan bentuk atau sebagian dari bagian tubuhnya. Dalilnya adalah hadits Usamah bin Zaid yang menceritakan bahwa pada suatu saat beliau mendapat hadiah baju yang tebal dari Nabi. Kemudian dia memberikan baju tebal itu kepada isterinya. Namun karena baju itu agak sempit maka Nabi menyuruh Usamah agar isterinya mengenakan pelapis di luarnya (HR. Ahmad, memiliki penguat dlm riwayat Abu Dawud) Oleh sebab itu hendaknya para perempuan masa kini yang gemar memakai busana ketat segera bertaubat.

5. Tidak perlu diberi wangi-wangian. Dalilnya adalah sabda Nabi: “Perempuan manapun yang memakai wangi-wangian kemudian berjalan melewati sekelompok orang agar mereka mencium keharumannya maka dia adalah perempuan pezina.” (HR. An-Nasa’i, Abu Dawud & Tirmidzi dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari) Bahkan Al-Haitsami menyebutkan bahwa keluarnya perempuan dari rumahnya dgn memakai wangi-wangian & bersolek adalah tergolong dosa besar, meskipun dia diizinkan oleh suaminya.

6. Tidak boleh menyerupai pakaian kaum lelaki. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum laki-laki yang sengaja menyerupai kaum perempuan & kaum perempuan yang sengaja menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari & lain-lain) Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang mengenakan pakaian perempuan & perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud & Ahmad dgn sanad sahih)

7. Tidak boleh menyerupai pakaian khas perempuan kafir. Ketentuan ini berlaku juga bagi kaum lelaki. Dalilnya banyak sekali, diantaranya adalah kejadian yang menimpa Ali. Ketika itu Ali memakai dua lembar baju mu’ashfar. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini adalah pakaian kaum kafir. Jangan kau kenakan pakaian itu.” (HR. Muslim, Nasa’i & Ahmad)

8. Bukan pakaian yang menunjukkan ada maksud utk mencari popularitas. Yang dimaksud dgn libas syuhrah (pakaian popularitas) adalah: Segala jenis pakaian yang dipakai utk mencari ketenaran di hadapan orang-orang, baik pakaian itu sangat mahal harganya –untuk memamerkan kakayaannya- atau sangat murah harganya –untuk menampakkan kezuhudan dirinya- Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakai busana popularitas di dunia maka Allah akan mengenakan busana kehinaan pada hari kiamat, kemudian dia dibakar api di dalamnya.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah dgn sanad hasan lighairihi) (syarat-syarat ini diringkas dgn sedikit perubahan dari Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382-391)

(sumber : internet)

Tak hanya dilingkungan sekolah, di jalan pun aku merasa aman dan tak banyak diganggu mulut dan tanga-tangan jahil yang selalu menggoda wanita. Di rumah juga, teman-teman banyak yang mendekati dan segan padaku. Waah pokoknya Islam mengantarkan aku menjadi wanita yang istimewa.

Coba ambil dua buah permen, yang satu terbungkus dan yang satunya tak terbungkus. Kemudian letakkan di atas lantai/ tanah. Dan sekarang kamu pilih, apakah kamu memilih untuk mengambil permen yang  terbungkus ataukah permen yang tak terbungkus? Tentunya yang terbungkus bukan? Karena lebih terjamin kebersihannya walaupun di letakkan di tempat yang kotor. Karena kotornya itu tak akan masuk ke dalam permen tersebut karena ia terlindungi.    –Itulah jilbab, kehormatan wanita akan terlindungi dan kemuliaannya akan bertambah-

Yups, Islam learn me be a different person! And I love Islam so much!

“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway I Love Islam”

af8f5-iloveislam

Iklan

4 comments on “Be a different person

  1. lazione budy
    Maret 17, 2014

    kalau mau yg ambil tangan yang bersih, ya kamu harus bersih dulu.
    simply.

  2. Monika
    Maret 19, 2014

    wah subhanallah mba udah berjilbab sejak akil baligh… sy telat 6 tahun 😦

    makasi ya mba tulisannya.. semoga kt menjadi org yg istiqomah d jalan-Nya aamiin

  3. Wulan Novitasari
    Maret 20, 2014

    saya baru 3 thunan berjilbab,,, 😦
    benar mbak sejak berjilbab saya jd lebih aman 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 17, 2014 by in Tulisan untuk Lomba Blog dan Give Away.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 39,597 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: