My Corner (Happy Think, Happy Life)

Yang Terkisah Darinya

Apakah kalian punya sahabat? Aku rasa kalian pasti punya, begitu juga denganku.. Tapi tahukah apa arti dari sahabat?

Kalo menurut Ron Herron dan Val J. Peter dalam bukunya “cara asyik jadi remaja gaul”

“Sahabat adalah orang spesial karena kamu melakukan banyak hal untuknya, dan bersama dengannya. Sahabat ada disaat suka, duka, dan semua waktu diantara keduanya.”

Nah, sekarang aku akan berkisah tentangnya, sahabatku ini..

Aku yang kata mamah dulu lahirnya amat sangat kecil timbangannya, kalo gak salah beratku waktu lahir sekitar 2,3 kg (tapi bukan bayi prematur) membuat mamahku khawatir. Mamah khawatir akan kesehatanku. Makanya sejak kecil aku diberi berbagai suplemen penambah nafsu makan supaya aku gak kurus kayak anak gak keurus.

Tapi ternyata mamah tak memikirkan akibatnya. Berat badanku semakin lama semakin naik. Aku yang sejak SD kelas dua sudah bisa renang, jadi amat menyukai renang hingga kelas enam SD dan membuat nafsu makanku tidak terkendali setelah renang. Untungnya nafsu makan dan olahragaku  seimbang, jadi berat badanku pun masih terkendali.

Mamah yang hapal sekali anaknya ini suka makan, apalagi ngemil.  Membuatku melahap apa saja makanan yang ada di rumah. Segala makanan aku lahap, dari mulai daging-dagingan, sayur, kue dan buah-buahan. Saat itu hanya satu buah-buahan yang tak aku suka, yaitu buah alpukat. Rasanya hweek.. ijo-ijo gimana gitu..

Aku suka sekali dengan makanan yang berasa manis, tapi aku gak terlalu suka dengan permen. Aku suka sekali dengan kue tapi gak terlalu suka chiki. Karena mamah tahu semua kesukaanku,semuanya sudah tersedia dirumah, Home made. Asli buatan tangan mamah!. Sehari-harinya mamah tak membiasakan aku, dan adik-adikku untuk membeli jajanan di luar (kecuali saat bepergian). Semuanya ia bikin sendiri, jadi lebih sehat dan ekonomis.

Suatu hari, saat aku SD kelas 5 mamah mengajakku pergi ke supermarket. Dia mengambil sesuatu dari rak makanan.

“Mah, apa ini?”

“Ini palm sugar.”

Palm sugar? Buat apa?” tanyaku penasaran.

“Kan kita mau bikin donat. Palm sugarnya buat ditaburin di donat nanti.”

“oooooooooooooh” (ups sorry kepanjangan ooo nya)

Nah saat itulah pertama kalinya aku mengenal yang namanya palm sugar. Aku sebenarnya gak tahu apa itu palm sugar, aku kira seperti coklat. Tapi rasanya  lebih enak dari coklat. Atau gula? Tapi rasanya lebih manis dari gula putih atau gula pasir yang biasa buat dipake donat. Rasa palm sugar pun gak giung(bahasa sunda, baca : kemanisan) Dan gak kerasa setelah donatnya jadi, aku sudah menghabiskan 5 donat lebih (ini doyan apa maruk yah? Hehe). Dan setelah itu aku pun jadi keranjingan dengan yang namanya palm sugar saat mamah bikin donat untuk yang kesekian kalinya.

Terus, saat aku SMP kelas 1 cawu II (waktu itu masih cawu belum semester). Aku udah mulai berkerudung. Dan otomatis hobi renangku pun terhenti (karena waktu itu belum ada kolam khusus yang berjilbab). Aku hanya bisa bayar tiket renangnya dan dapat nilai dari guru  olahraga (karena berjilbab) tanpa bisa ikut nyebur. Sedih sih, tapi mau gimana lagi, itu sudah pilihanku untuk berjilbab. Hobi renangku yang terhenti tapi hobi makanku yang masih lancar jaya membuat tubuhku meral saat kelas tiga SMP (kaya tali kolor, hehe).

Badanku yang menggemuk, membuatku menjadi susah untuk berlari. Dalam olahraga lari,  aku adalah rekor. Rekor yang terekor (paling bagus, 2 dari bawah). Nafasku selalu ngos-ngosan, mudah capek. Aaah… pokoknya gak enak deh jadi orang gemuk.

Suatu hari saat akan ujian olahraga, temanku membawa sesuatu. Dan eh diemutnya. Aku kira itu permen.

“Lia, kamu lari sambil mau ngemut permen? Gak akan apa-apa sambil lari ngemut permen?”

“Ooh, ini. Ini bukan permen. Tapi gula merah. Kata mamahku gula merah bisa buat nambah energi. Gak akan apa-apa kok dibawa lari juga, gak akan keselek. Sambil lari sambil diemut. Kamu mau?”

“Emang gak akan dimarahin pak guru?”

“Gak akan apa-apa. Gak akan ketahuan ini. Daripada kamu pingsan nanti.”

“Hehe, iya deh kalo gitu aku mau.”

“Nih” Ucap Lia sambil menyodorkan gula merah kepadaku.

Ternyata benar. Gula merah yang ku emut ini berkhasiat sekali. Setelah aku lari, aku gak merasa kecapean seperti biasanya, walaupun masih rekor terekor sih. Hehhe. Dan setelah itu aku selalu mengemut gula merah saat aku akan berolahraga. Dan kini gula merah itu jadi sahabatku. Sahabat yang selalu menemaniku.

Aku makin mengandrungi dengan yang namanya gula merah. Aku paling suka makanan yang ada gula merahnya. Seperti  kelepon, rujak, surabi (yang pake gula merah bukan pake oncom), dawegan dan cendol. Rasanya emmh, gimana gitu, “Maknyos” kalo kata pak Bondan.

Terus setelah menikah, ternyata aku mendapatkan suami yang penggemar gula merah juga. Kami sama-sama gula merah cholic. Jadi persediaan gula pasir di rumah lebih banyak daripada persediaan gula merah.  Padahal kalo dari perbandingan harga (dasar ibu-ibu teteup ngomongin harga) masih mahalan gula merah daripada gula pasir. Kalo gula pasir bisa 12 ribuan perkilonya, nah kalo gula merah harganya 24 ribu perkilonya (isinya 4 gandu/ bulatan besar). So, dua kali lipat yah harganya.. Tapi gak apa-apa. “Apapun makanan dan minumannya, gulanya ya gula merah”, itulah prinsip kami berdua.

Terus, aku dulu saat kecil kan suka sekali ama buah-buahan kecuali yang namanya alpukat. Nah, saat remaja, aku mulai dikit-dikit yang namanya buah alpukat itu. Tapi dengan syarat harus pake gula. Kalo gak pake gula aku gak mau, karena masih eneg dan mau (maaf) muntah rasanya.  Mamah yang nyaranin dan ngajarin aku makan buah alpukat. Karena buah ini juga enak dan memang kesukaannya. Mamah ngajarin aku makan buah alpukat pake gula pasir putih. Ya.. ya.. ya.. rasanya jadinya enak. Dan aku pun belajar untuk minum yang namanya jus alpukat.

Setelah menikah , ternyata suamiku penggemar berat sama yang namanya alpukat. Hal itu karena di tempat tinggalnya banyak yang jualan alpukat, apalagi beberapa ponakannya penjual buah alpukat. Ya otomatislah dia pun amat menggandrungi buah alpukat ini. Aku pun akhirnya keranjingan juga makan buah alpukat. Kami sama-sama suka makan buah alpukat dengan gula. Bedanya, kalo aku pake gula pasir putih, sedangkan dia pake gula merah.

Awalnya aku aneh, dia makan alpukat pake gula merah. “Emangnya enak gitu, makan alpukat sama gula merah?” tanyanya suatu hari. “Enak, mau nyobain?“ jawabnya. Aku yang penasaran pun mencobanya. Alpukat itu pun dibuat menjadi rujak. Dan ternyata memang lebih enak. Lebih mantap dan maknyos!.

Mau tau resep rujak alpukat itu seperti apa?

Rujak Alpukat

Rujak Alpukat

1 buah alpukat, gula merah secukupnya,

1 buah alpukat, dibelah dua. Kemudian dagingnya dikerik dan dimasukkan ke dalam gelas. Kerik gula merah secukupnya dan masukkan ke dalam gelas. Tumbuk-tumbuk gula merah dan alpukat yang berada di dalam gelas dengan sendok. Bisa langsung  dinikmati atau dicampur dengan air, jadi seperti jus alpukat.

**

Bi, pusing”

“Ya udah. Ummi istirahat aja. Gak usah masuk kerja.”

Aku pun menurut. Karena memang saat itu badanku demam dan pusing. Setelah diperiksa ternyata aku sakit types. Hal itu terjadi karena waktu awal menikah, aku dan suami tinggal bersama mertua yang sudah sepuh (baca : tua). Rumah mertua yang berada di kota Garut (daerah perkampungan) ke tempat kerjaku (Bandung) menempuh jarak 2-3 jam dan pulang malam selama enam hari (berangkat jam 5.30, sampe rumah jam 22.00) membuat badanku keletihan. Kemudian suamiku meminta tolong ke tetanggga untuk dibuatkan air cacing untuk obat sakit types. Aku pun meminumnya. Awalnya aku gak tahu itu air cacing, karena gak ada bau amisnya. Suamiku memberitahu kalo air cacing yang diolah untuk obat types itu sudah dicampur dengan gula merah.  Ooo.. pantesan enak.

Nah. Itu pengalaman aku dan “sahabat”ku saat sakit untuk yang pertama kalinya.

setahun kemudian aku dan suami harus hijrah ke Bandung, mendekati tempat kerjaku karena takut aku kecapean lagi. Tapi ternyata, aku kembali sakit. Aku gak tahu sakit apa waktu itu karena tiba-tiba badanku lemas, perut terasa membengkak dan sakit, badan kerasa panas dingin, punggung sakit, muka pucat, bibir kering, makan gak enak, tidur tak nyenyak. Wah, kayaknya maagh lagi nih, pikirku saat itu.

Kemudian aku disarankan untuk makan makanan yang lembek. Awalnya aku makan bubur ayam, yang beli dari pedagang bubur yang ada di gang rumah kontrakan. Tapi ternyata, bubur yang kumakan hanya bertahan dua jam. Akhirnya suamiku pun memberikan aku bubur quaker oat (oat meal) demi alasan kepraktisan dan disetujui oleh dokternya.

Pagi hari makan bubur oat yang dicampur dengan susu coklat, membuat semangat makanku kembali bergairah dan aku hanya lapar saat jam makan siang. Karena makan bubur ayam tidak bisa menyimpan cadangan energi di tubuhku. Tapi, setelah tiga hari makan oat meal dengan  susu, membuat perutku kembali mual. Dan suamiku pun menggantinya dengan gula merah.

Alhamdulillah dengan makan oat meal dicampur dengan gula merah atau gula kawung (bahasa sunda, baca : gula aren) membuat kesehatanku membaik dan berangsur-angusr pulih. Walaupun setelah sakit, berat badanku menurun aku malah merasa semakin bertenaga.

Bubur Oat Meal (Bubur Gandum) + Gula Merah

Bubur Oat Meal (Bubur Gandum) + Gula Merah

Ternyata, gula aren atau gula merah itu ada macamnya, ada gula merah gula aren dan gula merah gula kelapa. Kalo kata suami bisa dilihat dari warnanya. Kalo yang warnanya merah, itu berarti gula kelapa. Tapi kalo  gula arennya berwarna merah agak kehitam-hitaman atau hitam pekat itu berarti gula aren asli.

Dari  rasa bisa terasa bedanya. Kalo aren asli akan lebih manis tapi gak manis banget (kalo kebanyakan makannya), sedangkan gula merah gula kelapa rasanya kurang manis tapi kalo kebanyakan bisa giung rasanya, selain itu ada ampas kelapa pada hisapan gula yang terakhir. Malahan untuk aku yang punya maagh akut, setelah makan gula merah gula kelapa suka terasa mules. Selain itu kata pedagang di warung dekat rumah bilang, hati-hati kalo ada gula merah warna merahnya mengkilat itu berarti gula arennya dicampur dengan gula putih (banyak beredar di pasar di daerahku, gak tau kalo daerah kalian gimana?). ih ngeri juga, banyak yang dicampur-campur.

Dari segi harga, harga kedua gula ini jika beli di warung akan berbeda. Kalo di warung tempat tinggalku, harga gula kelapa harganya Rp. 1500 per gandu (Satu bulatan), kalo gula Aren Rp. 2500 per gandu (satu bulatan).

Antara Gula Aren dan Gula Kelapa :

Gula Merah (Gula Aren) kalo dalam bahasa Sunda disebut dengan Gula Kawung

Gula Merah (Gula Aren)
kalo dalam bahasa Sunda disebut dengan Gula Kawung

Gula Merah (Gula Kelapa)

Gula Merah (Gula Kelapa)

Nah, beda kan dari ciri fisiknya?

Yang aku heran, kenapa oat meal dicampur dengan gula aren malah bisa membuat berat badanku menurun dan menambah energi ya?

Ternyata setelah aku cari di google gula merah itu biasa disebut dengan gula aren. Gula aren dihasilkan dari nira pohon enau dengan pengolahan yang masih terbilang tradisional. Gula aren sudah dikenal sejak lama masyarakat Indonesia, terutama penduduk pedesaan yang masih menggunakan gula aren sebagai gula konsumsi sehari-hari dibanding dengan gula tebu.

Gula aren mengandung beberapa unsur kandungan senyawa seperti : vitamin B kompleks, glukosa, garam mineral dan yang paling utama memiliki kadar kalori yang cukup tinggi diselingi dengan kadar glisemik gula terendah yakni 35 GI (Indeks Glisemik) sedangkan konsumsi gula yang disarankan adalah kurang dari 55 GI dalam sehari.

Gula aren juga memiliki keunggulan yakni gula aren tidak secara langsung larut dalam tubuh, namun diserap secara perlahan, oleh karenanya gula aren dapat bertahan lama di dalam tubuh. Sehingga tidak secara langsung meningkat kadar gula darah dalam tubuh.

Gula aren yang telah dicerna di dalam tubuh akan melepaskan energi untuk tubuh dalam waktu yang cukup lama dan kandungan riboflavinnya mampu membantu melancarkan metabolisme sistem pencernaan dalam tubuh. Gula aren dapat digunakan dalam berbagai hidangan makanan atau minuman dengan mencampurkan gula aren sebagai penggantu gula tebu atau gula pasir.

Di samping penggunaannya, gula aren memiliki manfaat yang cukup banyak dalam bidang kesehatan, seperti :

Meningkatkan sistem imunitas tubuh,  gula aren aman bagi penderita diabetes, menurunkan darah tinggi, membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, membantu mengatasi sakit maag, asam urat dan rematik, mengobati masuk angin, membantu daya ingat dan konsentrasi, mengatasi osteoporosis, membantu dalam meringankan serangan asma, mengatasi gangguan susah tidur, membantu menurunkan tingkat stres, dengan penggunaan yang sesuai gula aren dapat membantu melangsingkan tubuh

Wah.. wah jadi itu ternyata alasannya.. Gula aren bener-bener T.O.P  B.G.T. dech, bener-bener  pemanis sehat.

Oh iya, aku juga pernah dikasih gula sama mamahku. Aku bekal ke rumah. Terus disimpan di kulkas. Eh malah meleleh. Jadi gak enak deh dipakenya. Makanya aku berharap suatu hari ada gula aren yang bentuknya serbuk, atau cair sekalian biar gak galau.. hahaha.

Dan ternyata gak sengaja, aku nemu blog tentang gula aren organik, gula aren arenga dan sekalian ikut lombanya deh.

Sirup Gula Aren

Sirup Gula Aren

Arenga Palm Sugar (Serbuk)

Arenga Palm Sugar (Serbuk)

Gula aren itu sahabatku, karena kau selalu menemaniku saat suka dan duka. Sahabat gak harus orang kan? Dan kuharap Gula Aren Arenga solusinya..

Arenga Palm Sugar  (Dalam berbagai kemasan dan betuk, Asyik nih..Lebih Praktis dan Ekonomis, Pingin banget nyoba..:)

Arenga Palm Sugar
(Dalam berbagai kemasan dan bentuk, Asyik nih..Lebih Praktis dan Ekonomis, Pingin banget nyoba..:)

Mau nyobain Palm Sugar Atau Gula Aren, so.. “Ikutan Menulis Pemanis Sehat Yuuuuk…!”

Banner-Peduli-Pemanis-sehat

 (Pemenang Hadiah Hiburan Pulsa Rp. 25000)

Iklan

4 comments on “Yang Terkisah Darinya

  1. Evi
    Februari 10, 2014

    Waktu kecil dulu aku juga sering ngemut permen yang totaly terbuat dari gula aren. Sekarang kayaknya susah mencarinya.
    Makasih atas sharing pengalamannya yang menarik, Mbak.
    Salam blogger 🙂

  2. lozz akbar
    Februari 13, 2014

    Terima kasih sudah turut menyemarakkan kontes Peduli Manis Sehat

    artikel sudah tercatat sebagai peserta ya mbak Ayu

  3. Zocko Unlocked
    Februari 16, 2014

    Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 9, 2014 by in Tulisan untuk Lomba Blog dan Give Away.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 39,597 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: