My Corner (Happy Think, Happy Life)

“Kiri”

Aku seringkali mengalami pengalaman yang aneh ketika aku berada di jalan. Lho, kok dijalan? Ya di jalan. Karena aku sang angkoters. Jadi sejak aku SD hingga kerja aku seringkali pake angkot. Aku sangat menikmati naik angkot. Rasanya bisa melihat pemandangan di luar maupun di dalam. Di luar aku bisa tau apa yang terjadi di jaalnan. Di dalam angkot bisa melihat berbagai ekspresi para penumpang. Untung saja selama aku menikmati pemandangan tersebut aku tak pernah bertemu dengan yang namanya pencopet, penjambret, de eL eL (banyak aksi kejahatan yang terjadi dengan berbagai modus). Nah.. saking aku menikmati pemandangan tersebut, aku pun sering mengalami hal-hal yang tidak terlupakan.

***

Kejadian Pertama

Tahun 2006, aku pergi menuju masjid DT dengan menaiki angkot Margahayu Raya Ledeng. Aku duduk tepat di belakang sopir (bukan di belakang pak kusir yang sedang asyik bekerja yah..).

“Kiri”

“Kiri?” tanya supir tersebut sambil melihat kaca spoinnya.

Aku yang sedang melamun pun kaget. Siapa yang bilang Kiri?.  Walaupun aku sedang melamun, jelas-jelas aku mendengar suara seseorang bilang “Kiri”.

Kulihat dari matanya, pak sopir pun bertanya bukan kepadaku tetapi kepada seseorang yang berkata “kiri”. Padahal jelas-jelas di dalam angkot tersebut hanya ada aku dan pak sopir saja. Dan kejadiannya tersebut berada di stopan jalan Setia Budi.

Kami pun sama-sama kaget. Karena pak sopir tau bukan aku yang bilang “Kiri”. Bahkan aku hanya diam sama sekali tak membuka mulutku.

Kejadian ini berlangsung sore hari (sekitar jam 4 atau 5 an). Padahal jalan yang kami lewati itu ramai dan tak kulihat ada orang yang sedang berdiri menunggu angkot. Suara yang kudengar suara seorang perempuan, dan jelas-jelas itu bukanlah suaraku.

Hatiku bilang yang bilang kiri itu adalah seorang perempuan yang duduk di sudut belakang dekat jendela.  Tapi sungguh di angkot itu hanya aku penumpangnya. Kami pun sama-sama terdiam karena kami ketakutan.

***

Kejadian Kedua

Aku biasa pulang kantor dengan naik KRD Ekonomi (Kereta Rakyat Desa eh Kereta Rel Diesel).

Masih dalam waktu sore hari, saat akan mendekati stasiun kereta aku mendengar seseorang yang berkata “kiri”

Aku yang saat itu melamun (melamun terus yah?) langsung kaget dan spontan menatap lama seorang penumpang yang sedang ngubek-ngubek tasnya mencari sesuatu (mungkin lagi cari ongkos). Aku kira ia yang bilang, tapi ternyata oh ternyata dalam kesibukannya mulutnya tersebut mingkem tak bersuara. Perempuan itu pun kaget. Karena mendengar suara “Kiri” dan kupandangi pula. Ya, yang lebih herannya lagi sopirnya. Dia hampir saja memberhentikan mobilnya setelah sebelumnya menanyakan kepada kami berdua jadi “kiri” apa gak.  Kami pun gak ngaku, karena memang bukan kami yang bilang kiri.

****

Kejadian Ketiga

Saat aku mau berangkat kerja jam setengah delapan pagi. di angkot itu hanya ada dua orang penumpang. Aku dan seorang mahasiswi ITB. Melewati daerah Dago dan tepat di sebrang rumah sakit Borromeus itu ada sebuah sekolah keperawatan.

“Kiri”

Ya, ada penumpang yang bilang kiri. Angkot pun berhenti.

Tepat di depan sekolah keperawatan Borromeus itu sopir angkot pun memberhentikan mobilnya. Aku dan mahasiswi tersebut itu kebingungan. Siapa yang bilang kiri? Karena baik aku ataupun dia tidak turun dan tidak bilang kiri. Aku lihat juga bukan dia yang bersuara.

Otomatis kami bertiga (aku, mahasiswi, sopir) pun kebingungan, Tanda tanya di dalam diri kami dengan saling berpandangan tanpa sepatah kata pun bersuara, seolah mengatakan “Siapa yang bilang Kiri ?”

***

Dari tiga kejadian yang kualami tersebut ada tiga posisi yang sama.

1. Aku melamun

2. Aku duduk di belakang pak Kusir sopir.

3. Saat aku sendirian atau hanya berduaan (kalo bertiga atau lebih aku gak pernah dengar).

Sungguh memang aneh sekali kejadian tersebut. Sempat membuatku takut naik angkot. Tapi aku dapatkan hikmahnya bahwa kalo kita sedang di dalam angkot atau kendaraan publik lainnya jangan suka melamun. Aku waktu itu memang hoby melamun. Karena sedang banyak yang dipikirkan dan banyak yang diingini, jadi pikirannya loncat sana loncat sini dan jadi gak beraturan akhirnya melamun.

Aku jadi berpikir apakah itu imajinasiku saja ataukah memang sungguh ada “penumpang” yang lain yang ikut di angkot yang aku tumpangi?

Entahlah..

Intinya jangan melamun  dan banyak zikir di angkot. Dan sejak tiga kejadian  itu aku selalu berdoa naik dan turun kendaraan dan rajin-rajin zikir.

Aku juga sekarang kalo angkotnya kosong gak mau lagi duduk dibelakang sopir, lebih mending duduk di depan aja di samping pak Kusir sopir yang sedang bekerja. Kan jadinya lebih aman dan gak Horor .

Syukur-syukur hanya mendengar “Kiri” dan tidak melihat orang yang berbuat jahat atau mendengar “Copet!” dari penumpang lain. Lebih ngeri dan berabe kan jadinya.. Hiiii!!

 

***Nb : Kepada para pembaca (Khususnya orang Bandung dan sekitarnya) jangan jadi takut karena aku menyebutkan nama-nama jalan dan tempat tersebut yah.. hanya sebuah sharing..-

 

 

 

 

 

 

Iklan

5 comments on ““Kiri”

  1. edi padmono
    Desember 11, 2013

    Mbaknya sih kebanyakan melamun….. jadi mikir mikir deh kalau mau ke Bandung 😀

    • ayundaslamet
      Desember 12, 2013

      hahaha.. gak usah mikir-mikir.. langsung aja pergi.. Bandung itu Indah lho..

  2. Muna Sungkar
    Desember 12, 2013

    Moral of the story : dilarang melamin di angkot!!
    Btw long time no see mbak, pa kbr? Kangen membaca postingan mu 🙂

  3. lazione budy
    Desember 17, 2013

    serem ah, kamu diikuti kali.

    >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 11, 2013 by in flash story.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 42,724 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: