My Corner (Happy Think, Happy Life)

Suami Siaga

Aku dan suamiku baru mengenal satu sama lain setelah kami menikah. Sehinggga pasti banyak kejutan-kejutan yang kami alami.

Pernikahan yang kuharapkan seperti cinderella itu ternyata hanya di dalam dongeng saja. Belum lagi aku yang berpikir setelah menikah pasti akan langsung hamil dan punya anak hanyalah bayanganku sebelum menikah saja, karena nyatanya di usia pernikahan kami yang menginjak tahun ketiga ini belum ada tanda-tanda kami akan memiliki momongan.

Tentu saja selain kejutan-kejutan tersebut banyak ujian yang kami alami. Kami harus pindah rumah dari rumah orang tua ke rumah mertua (menemani mertua yang sudah sepuh). Walaupun rumah mertua ke tempat kerja membuat jarak tempuhku (berangkat dua jam pulang bisa dua hingga empat jam, tergantung kendaraannya) semakin jauh dan tentunya fisik yang banyak terporsir. Setelah itu kami mengontrak mendekati tempat kerjaku. Dan terakhir harus kembali lagi ke tempat mertua.

Tahun pertama kami menikah aku sering sakit-sakitan. Karena mungkin masih kaget dengan keadaan baruku ini. Aku yang ingin segera hamil selalu dihantui syndrom hamil. Bila aku datang telat bulan saja girangnya luar biasa. Aku sering menyangka aku hamil. Bahkan pernah telat mens hingga tiga bulan tetapi setelah diperiksa mulai dari test pack, usg hingga laboratorium hasilnya tetap saja negatif.

Nah tepat satu tahun pernikahan kami, suamiku dilanda sakit. Tanpa sebab yang kami ketahui dengan jelas. Suamiku sakit parah. Awalnya badannya panas, mencret-mencret. Hal itu berlangsung di rumah metuaku. Untunglah rumah kami berdekatan dengan rumah kakak iparku sehinga aku dalam mengurus suamiku tersebut dibantu kakak ipar.

Sebenarnya aku sudah curiga suamiku kena disentri karena aku googling di internet. Tapi atas saran kakak ipar dan ibu mertuaku takut terjadi apa-apa,  Aku pun memanggil dokter. Suamiku dikasihnya obat. Tapi mencret-mencretnya masih saja berlangsung, tapi untunglah tidak sampai dehidrasi karena dia banyak minum. Setelah diberi obat tidak mempan kami pun memanggil dokter tersebut kembali kerumah untuk memberi resep yang baru. Tetapi bukannya berkurang atau sembuh malah yang terjadi sebaliknya, suamiku dadanya sesak. Ternyata dosisnya ketinggian. Aku pun menghentikan obatnya dan mengantinya dengan obat-obatan alami.

Aku yang tidak biasa mencuci pakaian pake tangan alias harus selalu memakai mesin cuci merasa capek dengan sakitnya suamiku itu. Bagaimana tidak, dalam sehari suamiku bisa menghabiskan tiga hingga lima sarung. Apalagi sarungnya pada terkena kotorannya karena mencret (jangan coba dibayangkan ya). Walaupun  malu aku pun mendapat pinjaman sarung ibu mertuaku dan mencucinya dibantu oleh kakak iparku. Belum lagi aku harus begadang menunggui suamiku yang dalam satu jam bisa lima kali bahkan lebih bolak balik ke kamar mandi. Bukannya tidak rela tetapi aku belum terbiasa saja dengan kondisiku ini.

Aku pun merelakan jatah cutiku dengan mengambil cuti tahunan secara mendadak selama satu minggu. Aku tidak tega meninggalkan suamiku yang sedang sakit saat itu.

Akhirnya suamiku sembuh setelah seminggu lebih sakit.

Setelah itu, mungkin karena jarak tempuh yang jauh dan kecapekan mengurusi suami aku pun jatuh sakit selama dua minggu.
Karena sering sakit-sakitan tersebut, aku membujuk suamiku untuk pindah kembali dan mendekati tempat kerjaku. Tetapi aku tidak mau serumah lagi dengan kedua orang tuaku dengan niat ingin belajar mandiri. Akhirnya pasca lebaran kami pun mencari rumah kontrakan. Alhamdulillah kami mendapat sebuah kamar kontrakan yang pas dikantong dan pemiliknya adalah sepasang suami istri yang sudah sepuh dan baik hati. Mereka tinggal bersama anak perempuannya.

Tepat di ulang tahun pernikahan kami di tahun kedua, aku pun kembali jatuh sakit. Berawal dari sakit  types, kemudian kambuh maagh. Dan setelah diberi obat dokter malah makin menjadi. Ternyata alasannya sama dengan suamiku saat itu. Dosisnya ketinggian. Perutku malah mengembang besar, ulu hati sakit dan parahnya aku gak bisa bangun dari tempat tidur.

Aku yang ketakutan saat itu dengan obat-obatan akhirnya menyetujui tawaran suamiku untuk membawaku ke pengobatan alternatif. Kami memang sudah akrab dengan tabibnya karena beliaulah yang mengobati sakit suamiku dan aku sejak awal pernikahan kami.

Aku yang sakit parah saat itu tak bisa tidur, makan tak enak, jalan tak bisa. Yang bisa kulakukan hanyalah minum obat dan solat di tempat tidur. Untunglah saat buang air dan wudhu aku diijinkan menyentuh air, atas saran tabibnya supaya badanku bisa bergerak walaupun sedikit.

Suamiku telah mengorbankan waktu tenaga dan pikirannya untuk mengurusku yang sedang sakit parah tersebut. Dari pagi hingga menjelang pagi kembali tak lelahnya suamiku mengurusku. Tak hanya materi saja, tetapi segalanya telah kami keluarkan. Tak terbayang rasanya, jika harus dirawat di rumah sakit maka ongkos ,tenaga dan pikiran pasti akan banyak terkuras dan itu akan sangat melelahkan bagi yang mengurusku, suamiku tercintah ini.

Suamiku selalu cerewet dengan ramuan yang diresepkan dan mencekokiku agar aku mau meminumnya. Itu semua demi kesembuhanku. Dalam memberi makan dan minum dia pernah tak pernah telat.

Hingga pada bulan kedua , setelah sembuh aku dinyatakan sakit limpa dan hampir hepatitis A. Dan sekarang aku telah sembuh. Tabibnya sengaja memberitahukan belakangan supaya aku tidak kaget karena kondisiku saat itu masih sangatlah lemah.

Karena aku merasa sudah sehat aku pun mulai “nakal” dan tak mau menuruti suamiku padahal aku masih dalam masa recovery. Dan ternyata sakitku kambuh lagi. Sehingga aku mulai lagi dari nol selama dua bulan.

Karena sakitku berbulan-bulan kau pun memutuskan untuk resign dari tempatku bekerja. Dan dalam masa penyembuhan yang kedua suamiku kena musibah, tanpa alasan yang jelas dia diberhentikan dari tempat mengajarnya di sebuah sekolah tinggi swasta di Bandung.

Ya.. ini semua benar-benar hadiah Alloh supaya kami lebih tabah lagi dalam menghadapi cobaan.

Akhirnya tepatlah di bulan keempat aku dipastikan sembuh total. Walaupun begitu aku masih harus menjaga kesehatanku supaya aku tidak kambuh lagi. Dan  Tabib tersebut memuji suamiku.

“Alhamdulillah, Icha bisa sembuh. Itu semua karena si aa, telaten mgurusnya.”

Suamiku pun tersenyum atas pujian tersebut.

PAPAYA
 

 

Kata orang usia pernikahan seseorang  selama tiga tahun pertama masih belum stabil dan masih akan banyak ujian. Memang benar kami merasakannya sekarang. Setelah Alloh menguji kami dengan sakit, sekarang kami diuji dengan kekurangan materi. Walaupun begitu aku harap pada tahun ketiga nanti tidak ada salah satu diantara kami yang sakit parah lagi ataupun kami berdua yang sakit parah. Dan Kami akan bangkit sedikit demi sedikit tapi pasti dari semua ujian ini. Setelah hujan akan ada pelangi yang Indah..

PAPAYA

 
Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine

logo 10th wedding anniv 2
Selamat ya untuk Mba Uniek dan suami yang sedang merayakan ulang tahun pernikahannya yang kesepuluh.. Semoga pernikahannya selalu diberkahi oleh Allah SWT dan berjodoh Dunia Akhirat. Dan semoga anak-anaknya menjadi anak-anak kebanggaan orang tuanya, 🙂

Iklan

3 comments on “Suami Siaga

  1. edi padmono
    Oktober 16, 2013

    Walaupun ceritanya menggantung tapi saya paham cerita selanjutnya soalnya senasip. Beruntunglah kita yg bisa melewati ujian yg mampu mendewasakan diri dan pasti akan selalu bersyukur dan rendah hati jika mengenang masa sulit itu.

  2. Uniek Kaswarganti
    Oktober 22, 2013

    Semoga yg mba bilang sebagai hadiah dari Allah tadi dapat makin memperkukuh ikatan cinta mba dengan suami ya. Ayo jelang 4 tahun pernikahanmu dengan langkah bersama yg makin mantap mba, semangat 🙂

  3. dian farida
    Oktober 24, 2013

    Astagfirullah mba, begitu banyak ujian dalam rmh tangganya..saya jadi me rasa sangat kurang bersyukur,hiks.semoga mba sekeluarga sehat selalu dan dibukakan pintu rizki yg tak terduga dari Allah,amin. Salam kenal mba..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 15, 2013 by in Tulisan untuk Lomba Blog dan Give Away.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 42,724 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: