My Corner (Happy Think, Happy Life)

Hadiah Ulang Tahun yang Istimewa

Gak kerasa umur saya dari tahun ke tahun bertambah. Tepat tanggal 21 Juli, dan itu berarti Sudah 26 tahun saya hidup di dunia ini, banyak dosa yang mungkin gak sebanding dengan ibadah saya selama ini. Itu berarti jatah waktu saya untuk hidup di dunia ini semakin berkurang. Entah esok, lusa, tahu depan atau hari ini setelah saya menulis postingan ini.. Ah.. entahlah tak pernah ada yang tahu kapan umur ini akan berakhir..

Sebenarnya tahun ini menjadi tahun yang luar biasa beratnya. Pada tanggal 4 Februari hingga akhir Juni saya mengalami cobaan yang berat. Saya sakit maagh kronis , akibat bengkaknya lambung hingga  menyebabkan limpa dan liver saya pun mengalami pembengkakan. Saya mengira umur saya akan berakhir pada tanggal 19 Mei 2013. Karena dua hari sebelum tanggal tersebut saya bermimpi melihat sebuah makam bertuliskan tanggal tersebut. Tetapi ternyata takdir berkata lain, yang meninggal itu bukan saya tetapi salah satu pembimbing, guru dan sahabat saya, kang Adan. Waktu saya nyantri di DT delapan tahun lalu. Beliau meninggal 2 hari setelah saya melihat tanggal di makam tersebut melalui sekelebat bayangan yang saya lihat sebelum tidur, tanggal 21 Mei. Entah apa isyarat yang Alloh berikan kepada saya. Yang pasti saya masih dikasih kesempatan oleh Alloh untuk hidup dan beribadah hingga detik ini.

Saya tidak pernah mengira Alloh masih memberikan bonus dan kesempatan kedua kepada saya sampai saat ini. Karena disaat saya sakit saya tidak sadar akan sekitar. Saya hanya merasakan betapa hebatnya sakit yang saya derita. Gak bisa makan (hanya makan bubur), gak bisa tidur, gak bisa jalan. Yang saya lakukan selama 4 bulan itu hanya berbaring saja. Sedih rasanya melihat suami yang mengurusi saya sendiri. Karena saat itu kami ngekos, hidup berdua. Derita sakit ini hanya kami berdua yang tanggung. Ibu dan bapak kost pun merasa khawatir dengan keadaanku saat itu.

Saya yang tak kunjung sembuh, akhirnya mencoba berobat ke ahli herbal kenalan suami saya. Saya sebelumnya memang pernah berobat dengan dia saat sakit maagh dan kelebihan protein 2 tahun yang lalu saat awal menikah. Tetapi karena putus-putus dan sembarangan makan jadinya saya terkena penyakit maagh, penyakit yang sudah menjadi musuh saya sejak saya kelas 2 SMA, tahun 2004 silam. Saya pun sembuh karena Alloh melalui perantara beliau dan telatennya suami saya. Saya memang tak mau di bawa dan dirawat di rumah sakit. Walaupun dulu ketika sehat pernah terpikirkan bagaimana rasanya saya menginap di rumah sakit. Tetapi saat saya sakit, Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya tangan saya yang terkena jarum suntik infus dan jarum suntik untuk di ambel sampel darah setiap harinya. Belum lagi stress melihat teman sekamar yang sakit atau mungkin sakitnya lebih parah dari saya. Kunjungan teman-teman yang datang, walaupun ada rasa senang dikunjungi tetapi akan ada rasa terganggu karena saat itu saya betul-betul butuh istirahat tanpa gangguan siapapun. Harus minum obat dengan dosis yang (mungkin saja) tinggi dari dosis orang yang sakitnya ringan, lelah dan sibuknya orang tua menunggui saya sehingga(mungkin) mereka pun akan jatuh sakit. Suasana rumah sakit yang sangat akan berbeda jika dirawat di rumah sendiri. Dan yang paling utama adalah mahalnya biaya rumah sakit. Suami sempat memaksa saya untuk dirawat di rumah sakit. Tetapi saya tidak bisa membayangkan bagaimana setelahnya, karena kami tak punya uang banyak untuk biaya rumah sakit. Saya pun tak mau membebani keluarga, kantor dan teman-teman. Mereka saja sudah punya dan sibuk dengan masalah maisng-masing, nah ini harus direpotkan dengan masalah saya. Dan saya tidak mau ketika sembuh kami mempunyai hutang yang banyak kepada orang lain. Hal itulah yang membuat saya sangat stress dan lama untuk sembuh dari sakit saya. Saya gak mau melihat suami saya makin kerepotan.

Disaat saya sedang repot-repotnya, pikiran ini begitu rumit. Memang suami tidak memberitahukan sakit saya yang sebenarnya kepada teman-teman apalagi orang tua. Saya takut orang tua saya akan shock mendengar sakit saya ini.  Apalagi saya dan suami. Kami baru diberitahu penyakitnya setelah saya hampir sembuh dan pikiran saya tenang. Sehingga mereka semua terasa begitu mengganggu saya karena saya dianggap sakit biasa dan ringan. Dan saya pun memutuskan untuk ngungsi sementara waktu ke kampung halaman suami untuk mencari ketenangan dan kesembuhan.

Saat kami ijin untuk tetirah ke ibu dan bapak kost, saat itu juga bapak kost sedang sakiit jantung. Selama beberapa hari beliau memakai oksigen. Saya pun disarankan untuk memakai tabung oksigen juga, tetapi saya tidak mau. Saya ingin menghirup di udara yang asli saja.

Niat kami tetirah hanya 2 hari tetapi akhirnya menjadi dua bulan. Karena setelah satu bulan disana, peyakit saya kambuh kembali. Saya yang sedikt demi sedikit sudah bisa duduk dan mulai makan. Harus kembali berbaring. Rasanya saya sudah tidak berguna lagi saat itu. Penyakit saya semakin parah saja. Muka saya pucat seperti mayat. Ya, saya saat itu merasa menjadi mayat hidup. Karena segala keperluan saya dilayani oleh suami.

Setelah beberapa bulan saya disana untuk tetirah, akhirnya saya mendapati kabar bahwa bapak kos meninggal dunia akibat sakit jantungnya dan stroke. Memang umur tak ada yang tahu. Padahal yang sakit duluan itu saya tetapi kenapa malah beliau yang dipanggil duluan?

Selama sakit saya gak punya gairah hidup. Yang saya inginkan hanyalah mati..mati..dan mati..

Saat itu memang benar-benar ingin mati. Walaupun Setiap malam saya selalu takut akan kematian. Saya selalu berpikir,

“Apakah besok saya akan bangun lagi?”

Gak ada gunanya lagi saya hidup kalau saya gak berguna. Saya selalu berdoa setiap malam sebelum tidur,

“Jika saya sudah tidak bermanfaat lagi maka matikanlah saya ya Alloh dalam tidur saya. Biarkan saya tidur tenang malam ini dalam kematian saya.”

Saya selalu mennagis dan suami pun sering memergoki saya. Dia tahu saya saat itu down banget. Apalagi selama saya sakit berbulan bulan berembus kabar bahwa saya tidak masuk kerja karena mangkir dari pekerjaan. Karena saya lari dari tanggung jawab. Karena saya bawa uang kantor, dsb. Padahal demi Alloh, mereka tidak tahu apa yang saya alami saat itu begitu berat. Uang kami sudah terkuras habis untuk pengobatan saya hingga 0 rupiah. Dan Uang yang digunakan adalah uang hasil sumbangan tman-teman di kantor. Saya merasa mereka gak adil kepada saya. Akhirnya saya tahu orang-orang yang menyebar fitnah itu adalah orang-orang diluar divisi dan mereka sama sekali tidak menengok saya sejak saya sakit hingga sekarang. Herannya saya, kenapa mereka berbuat begitu tega seperti itu kepada saya? padahal saya selalu bersikap hati-hati. Berusaha menghindar dari ngegosipin orang lain, merendahkan dan memusuhi orang lain. Saya malah merasa saya sering menjadi tempat curhat bagi mereka -mereka yang teraniaya walaupun saya hanya jadi pendengar setia tanpa bisa memberi solusi. Saya hanya berusaha menularkan semangat setiap hari kepada teman-teman, baik yang di kantor ataupun di divisi lainnya. Tetapi apa yang saya dapat? Mereka (orang-orang yang berpandangan negatif tanpa tahu kenyataannya) adalah orang-orang BEGO!!

Alhamdulillahnya semnagat saya mulai terbantu lagi. Suami saya menyemangati saya di saat saya jatuh.

“Mi, sembuh ya. Biar nanti bisa (ngajarin) berenang Alma dan Tiara lagi.” atau

“Mi Sembuh ya, nanti kita bisa jalan-jalan ke toko buku atau nonton biskop lagi.” atau

“Mi, sembuh ya. Nanti biar bisa (ngajarin) Alma dan Tiara lagi. Ummi kangen mereka kan?” atau

“Ummi, buburnya dimakan ya. Biar cepet sembuh. Gak apa-apa atuh sekarang makan bubur, kan kemarin-kemrain udah makan enak. Biar bisa pulih lagi.”

Alma, Tiara..mereka murid-murid ngaji privat saya. Saya sangat merindukan mereka hingga saat ini. Yang membuat saya bertahan hingga saat ini adalah karena suami saya dan mereka. Saya masih ingin melihat mereka tersenyum, melihat Alma dan Tiara bisa baca Qur’an, masih ingin melihat Alma dan Tiara tumbuh dewasa dengan kematangannya sendiri. Saya sudah mengannggap mereka seperti adik-adik syaa sendiri. Merekalah malaikat yang Alloh berikan untuk menghibur saya, sehingga saya masih bisa bertahan. Saya ingin sekali punya anak-anak seperti mereka. Saya juga rindu pada bundanya mereka, bunda Novi. Saya masih ingin mendengarkan cerita-ceritanya dan  memetik hikmah serta pelajaran hidup dari beliau yang kaya akan pengalaman hidupnya.

Suami saya juga adalah lelaki yang soleh. Dia tidak meninggalkan saya disaat saya jatuh, tidak menghakimi saya. Ia pun jadi harus sakit selama seminggu karena mengurus saya yang sakit selama 4 bulan ini. Semoga Alloh selalu merahmatinya dan memberikan rumah yang terindah di SyurgaNya kelak.

Selain itu, dalam masa pemulihan ini. Saya mendapat hadiah lagi dari Alloh. Suami saya kena PHK. Ia di PHK melalui telepon dari atasannya. Dia diberhentikan dari mengajar dengan alasan kelasnya sudah dipindahkan ke pusat dan tidak ada slot mengajar untuk dia. Tetapi setelah dikonfirm,, kelasnya ada, hanya mata pelajaran yang suami saya ajar saja yang dihapuskan. Ehm..benar-benar keterlaluan.

Dan saya (mungkin) tahu alasannya, karena suami mengajar di STAI cabang yang dia dirikan dengan maksud ingin memberikan informasi bahwa ada dosen di kelas STAI cabang yang berkualitas karena tulisannya naik ke media cetak. Tetapi kukira atasannya suamiku itu ditegur oleh pimpinan pusat karena sebenarnya todak ada STAI cabang (kelas jarak jauh).

Dan suami saya pun konsen menjadi penulis (lagi). Beberapa karyanya naik ke media cetak, Sehingga dalam satu bulan, pundi-pundi uang kami yang 0 rupiah mulai terisi lagi. Walaupun tidak sering naik, tapi alhamdulillah rezeki Alloh berupa uang selalu datang dari pintu yang tak disangka-sangka.

Dalam masa-masa pwemulihan ini. Saya pun resign dari tempat saya bekerja, Saya gak mau lagi bahkan parno untuk bekerja lagi. Ketika saya datang lagi kesana, suasananya sudah beda. “Dingin dan garing”. Apa mungkin kebanyakan dari mereka  sudah termakan omongan yang gak bener itu? hanya sebagian teman-teman saja yang bersimpati dan tulus untuk peduli terhadap kondisi saya, karena badan saya yang menyusut 9 kg dan waakh yang masih tampak pucat. Itu sudah membuktikan kalo saya memang benar-benar sakit. Tapi saya tidak terlalu peduli apakah mereka percaya pada saya atau tidak, toh mereka juga gak peduli pada saya jadi kenapa saya harus  peduli pada mereka?

Berkat pertolongan Alloh melalui perantara ahli herbal saya pun sembuh. Betapa kagetnya orang tua sayaa mengetahui sakit saya sebenarnya. Dari mereka yang tak percaya akan ahli herbal tersebut, karena dianggap mengada-ngada akhirnya sembuh juga saya dari sakit. Padahal pengobatannya tidak mengada-ngada. Saya di periksa denyut nadi dan saraf-saraf punggung, diberi tahu olehnya apa yang saya rasakaan, diberi resep, dan suami yang meramunya. Saya minum jamu-jamuan yang diresepkannya.

Dalam masa pemulihan ini saya tidak boleh capek. Tetapi saya memberanikan diri untuk berpuasa. Alhamdulillah kuat dan puasa saya tamat hingga hari ke 13. Karena setelahnya saya datang bulan .

Karena tidak boleh banyak pikiran dan kecapean, akhirnya saya hanya beraktifitas di depan laptop. Mencoba untuk melatih bakat menulis saya yang beku selama delapan tahun lebih. mengikuti Giveaways dan lomba menulis lainnya.

Alhamdulillahnya diantara lomba-lomba yang saya ikuti saya menang. Saya dan suami lolos seleksi antologi yang akan diterbitkan mizan bersama penulis ellie mulyadi. Saya menang give away resolusi ramadhan, dan terakhir saya menang Give Away novel “Unfriend You” yang diselenggarakan oleh penulisnya, Dyah Rini.

Semuanya terjadi pada saat saya sakit (bulan Juni) dan sekarang di bulan penuh berkah ini.  Tetapi saya cukup senang dan membuat saya bergairah untuk terus menulis. Niat untuk sharring begitu menggebu-gebu.

PAPAYA  “Walaupun waktunya (mungkin akan lama) Saya berharap setelah ini saya benar-benar bisa sembuh dan memiliki anak.”

Rasa syukur saya atas hadiah ulang tahun istimewa yang Alloh berikan melalui mereka serta ujian-ujian yang (insya Alloh) sebagai penggugur dosa-dosa saya dan kenaikan derajat menuju manusia yang lebih baik lagi. Amiien..

new cover unfriend youkadoPAPAYA

Iklan

12 comments on “Hadiah Ulang Tahun yang Istimewa

  1. Muna Sungkar
    Juli 26, 2013

    Selamat ulang tahun mbak.. Semoga sllu sehat n berada dlm lindungan Allah.. Smangat Trs utk sllu berkarya 🙂

  2. lazione budy
    Juli 26, 2013

    Selamat ulang tahun, sudah melewati 1/4 abad tuh harusnya dewasa.
    Good luck!

  3. Insan Robbani
    Juli 27, 2013

    Sesungguhnya hidup dan mati adalah haknya Alloh, kita jangan pernah meminta untuk dimatikan tapi selalu siap menghadapi kematian..
    Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang banyak mengingat kematian dan yang sungguh-sungguh dalam mempersiapkan dan menghadapi datangnya kematian

  4. mobibrad
    Juli 27, 2013

    happy birthday ya 🙂

  5. Aduh jadi pengin meluuuk…. Semangat ya mak. Masih muda banget lo, hidupmu masih lama. Kakak iparku dulu hidup dalam ketakutan karena sakit jantung, hingga tidak melakukan apa2, ternyata Allah memberi hidup lama, dan akhirnya memang wafat tapi bukan karena jantung. Jangan sia-siakan rahmat Allah ya mak, bener tuh gak usah dengerin orang-orang. Perhatikan yang mencintai kita saja. Fyi, aku juga punya sakit maag parah, tahun lalu entah sudah berapa kali masuk UGD, sampai2 perjalanan mudik terhambat krn harus melarikan saya ke UGD dulu. Alhamdulillah tahun ini sehat, jaga makanan, penuhi waktu istirahat, ikhlaskan pikiran, insya Allah kita sehat dan bahagia mak, apapun yang kita punya. Semangat yaaa…..

  6. rumah jinang
    Juli 30, 2013

    Alhamdullilah sudah bisa menghadapi /melewati salah satu ujian dari Allah SWT yang tiada lain adalah salah satu kasih sayang Allah terhadap hambanya agar biasa lebih dekat dengaNYA melalui rintihan dan Doa,sesungguhnya ALLAH kangen terhadap Hambanya yg dikasihinya dengan cara melalui ujian salah satunya ….. agar hambanya memohon dan berdoa
    semua manuasia yg hidup Di uji/diberi cobaan Oleh sang Khalik ,cuma bentuknya yg berbeda beda dan sesuai dg kemampunnya…..Alahmdullilah sudah terlewati ,,bila mau naik kelas ketinggkat berikutnya siap siap menghadapi ujian berikutnya….SIAPA TAKUT selama mempunyai kekuatan Iman ( meskipun hidup itu tdk mudah )….Smoga Allah SWT memberi Kekuatan lahir batin ,Amin

  7. gege kwaeesy
    Agustus 2, 2013

    subhanallah teh ayunda sahabat seperjuangan , keliatan dari pp nya yg ini aga kurusan lama juga ga ketemu , kangen juga…
    tetep semangat teh ayun, betul kata yang lainnya,
    cacian, hinaan , ujian itu hanya akan membuat kita kuat. Dan jangan pernah memikirkan org2 yg iri atau yg berbuat jelek pada kita karena itu hanya akan membuat kita jadi lemah.
    Lihatlah org2 yg sayang sama kita insyaallah akan menjadikan sumber kekuatan, selamat atas menjadi pemenang. Semoga menjadi sukses untuk seterusnya, ajak ajak dong kalo ada event2 menulis lagi heee…

    • ayundaslamet
      Agustus 2, 2013

      waduuh..ada teh gege nih..
      ya sok atuh silahkan blogwalking aja ke blog saya..banyak event nulisnya..
      da gimana lagi kerjaan saya skrg nulis..nulis..heheeh

  8. nita
    Agustus 19, 2013

    mba nya masih muda ternyata ya…*berasa udah tua.. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 26, 2013 by in flash story.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 41,175 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: