My Corner (Happy Think, Happy Life)

THR Dalam Kenangan

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa dengan gembira
Menahan lapar menahan haus…

Masih teringat dalam ingatan lagu tentang berlebaran tersebut, sebuah lagu yang dinyanyikan bimbo.  Lagu yang cukup terkenal saat aku masa kecil dahulu

Lebaran memang moment yang dinantikan oleh seluruh umat Islam di dunia karena merupakan hari kemenangan, begitu juga dengan anak-anak kecil yang melaksanakan puasa. Entah apakah merekaber puasa seharian penuh selama tiga puluh hari ataupun hanya setengah hari. Tapi lebaran sudah menjadi hari yang bahagia tanpa terkecuali.

Hari lebaran bagiku menjadi hari yang spesial karena ada sebuah tradisi istimewa. Tradisi di keluargaku pada saat lebaran adalah mendapatkan angpau , untuk kami yang masih kecil ataupun sudah dewasa dan belum bekerja. Saat aku kecil lebaran menjadi sarana untuk mengumpulkan pundi-pundi uang dari papah, mamah, om, tante, uwak, oma dan opa. Sungguh senang sekali.

Tradisi membagikan angpau di keluarga besar ayahku bertujuan sebagai bentuk rasa syukur kepada allah atas nikmat-nikmat selama ini, apalagi saat Ramadhan biasanya uang mereka juga dilipat gandakan, Alhamdulillah. Tradisi membagikan angpau tersebut dimulai oleh oma dan opa (nenek dan kakek). Dan masih dilestarikan oleh  kami anak cucunya yang kini telah dewasa dan memiliki penghasilan.

Ada kejadian  lucu saat itu. Ketika aku masih kecil, di tahun 1990 an, omaku memberikan kami cucunya angpau sebesar lima ratus rupiah. Uang lima ratus saat itu sangat besar. Tetapi aku menolak di berikan uang lima ratus rupiah, aku malah menginginkan uang yang lain.

“Oma, aku gak mau uang monyet. Aku mau uang merah (uang 100 rupiah an).”

Semua pun tertawa karena orang lain pengennya uang gede ini malah pingin uang merah, lebih kecil pula nominalnya. Itu wajar karena aku memang jarang jajan dan belum mengenal uang saat itu. Aku hanya kenal uang karena tertarik warnanya saja.
Emh.. kejadian itu sudah lama sekali. Sudah hampir delapan tahun oma dan opa meninggalkan kami anak dan cucunya. Saat mereka masih ada, dahulu. Sebelum lebaran tiba oma dan opa selalu menyiapkan uang kertas yang masih baru dan dibagikan kepada kami anak dan cucunya. Dan sekarang sudah tidak ada lagi. Tetapi tradisi membagikan angpau THR masih kami lestarikan hingga kini untuk mengingat teladan mereka. Memberi kepada yang tidak punya, untuk mempererat rasa cinta kami sesama saudara.

Iklan

One comment on “THR Dalam Kenangan

  1. Waaah di keluargaku tidak ada tradisi angpau. Kadang2 saja anak2ku dpt dari budenya. Kalau dari eyangnya nggak pernah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 25, 2013 by in artikel.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 41,175 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: