My Corner (Happy Think, Happy Life)

Dikejar Deadline

“Hallo, assalamu’alaikum. Icha” suara seseorang dari seberang sana.

“Wa’alaikum salam. Iya dengan siapa ini?” tanyaku.

Kayaknya ini orang kampus deh, soalnya dia memanggilku dengan sebutan nama kecilku, batinku dalam hati

“Ini teh Ita, Cha. Admin (Staff TU)  kampus.”

“Oh, iya teh. Ada apa?”

“Icha, icha kepilih untuk dapat beasiswa kampus dari pemprov sebesar 5 juta. Tapi untuk dapat beasiswanya, icha harus melengkapi persyaratannya. Persyaratannya harus dikumpulkan hari ini juga paling telat jam empat di kampus.”

“Apa teh, hari ini juga?” tanyaku kaget

“Iya, hari ini juga. Karena besok berkasnya harus sudah masuk ke pusat.”

“Oh, iya oke teh. Emangnya berkasnya apa aja yang harus dikumpulkan?”

“SKTM (Surat keterangan tidak mampu), SKCK dari kepolisian, Foto Copy Ijazah, KTP, nilai IP. dan harus buat rekening bank Jabar Karena uangnya cair melalui bank Jabar. Tapi untuk nilai,nanti dilengkapi di kampus. Itu urusn teteh.”

“Bank Jabar yang dekat dari kampus dimana teh, trus tutupnya jam berapa teh emangnya?”

“Yang deket di Buah Batu, Cha. Bank Tutupnya jam tigaan. Ditunggu ya, Cha.”

“Iya teh. Mudah-mudahan keburu.”

“Oke, Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam.” jawabnya.

Klik. Dan Suara seseorang yang dari seberang sana pun menghilang.

**

Aku kaget sekali saat mendengar berita ini. Bagaimana tidak, aku di telepon jam 10.00 WIB saat perjalananku menuju ke tempat magang, tempat aku bekerja mencari tambahan untuk biaya kuliah.Dan aku harus putar balik kerumah untuk mengumpulkan berkas beasiswa yang harus dikumpulkan hari ini juga jam 4 sore di kampus.

Ada rasa senang, kaget sekaligus takut. Ya, semuanya bercampur menjadi satu. Alhamdulillah, rasa senangku disaat aku bingung harus membayar uang kuliah hingga wisuda nanti Alloh telah menjawab kebingunganku. Kagetku, semuanya begitu tiba-tiba. Dan takut kalo semuanya gak selesai hari ini. Awalnya ada rasa malas yang menyergap untuk memulainya.Bagaimana ini? Bismillah  aku harus coba!

“Hallo, assalamu’alaikum. Pah. ini teteh.”

“Iya, teh ada apa?”

“Pah, tadi teteh ditelepon dari kampus teteh dapat beasisawa. Tapi harus selesai dan dikumpulkan hari ini jam 4 sore di kampus. Soalnya semua berkas calon peserta  dari kampus besok akan dikumpulkan ke Pusat. Papah dimana? Bisa antar teteh gak, soalnya teteh disuruh buka rekening juga di Bank Jabar. Katanya nanti uangnya di transfer kesana. Trus harus bikin surat SKTM  dan SKCK juga ke kantor polisi.” Kataku dengan nada memelas dan hampir menangis putus asa.

“Papah udah ada di rumah. Papah antar teteh ngurusin semua berkas-berkasnya. Teteh tenang aja. Teteh dimana sekarang?” tanya papah.

“Teteh udah putar balik pah. Tadi teteh pas di telepon udah di Laswi, mungkin 15 menit lagi smapai pah.”

“Iya, kalo gitu papah tunggu.”

“Iya pah. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam.”

Alhamdulillah, Ya Alloh lancarkanlah urusanku ini. Batinku.

Setelah sampai rumah aku pun langsung mengurus semua urusan dan berkas yang diminta. Mulai dari membuat SKTM dari RT RW hingga ke kelurahan. Dan membuat SKCK ke kantor polisi aku mengerjakan sendiri dengan ditemani papahku yang mengantar ku dan Honda Kharismanya. Anehnya,Orang-orang yang mengurusi segala keperluan tersebut saat itu ada di tempat. Alhamdulillah semuanya lancar, tanpa ada hambatan sdikitpun. Memang Alloh  telah mensetting dan menetapkan semuanya.

Tepat jam 14.00, kami pun sampai di Bank Jabar yang terletak di jalan Buah Batu.  Hampir saja kami telat beberapa detik.Ternyata yang mengantri di dalam untuk keperluan beasiswa sangat banyak dan tak hanya berasal dari kampusku saja tetapi juga dari kampus lainnya, dan aku adalah nasabah terakhir yang mengantri.  Karena tepat setelah aku masuk bank pun tidak lagi menerima nasabah, karena lama dan panjangnya antrian dan Bank tersebut akan tutup (Habis jam kerjanya).  Jadi kami dan beberapa nasabah (calon peserta beasiswa) pun terkurung di dalam bank yang telah ditutup tersebut.

Setelah mengantri cukup panjang dan lama, aku pun mendapat panggilan. Aku membuka rekening tepat ketika adzan ashar dikumandangkan. Alhamdulillah, urusan beres. Aku dan papahpun solat di dalam Mushala bank tersebut. Dalam solatku tak lupa kupanjatkan rasa syukur kepada Alloh yang tak bisa kulukiskan dengan apapun.

Setelah beres semua urusan di bank, kami pun segera meluncur ke kampus untuk menyerahkan berkas yang diminta.

“Teh alhamdulillah beres, ini berkasnya udah lengkap.”Kataku kepada Staff TU dikampus yang meneleponku tadi pagi.

Aku pun datang dan menyerahkannya pas jam 16.00

“Iya Cha, alhamdulillah.Nanti teteh kabarin lagi ya.”

“Oke teh.”

Kamipun segera pulang kembali. Lelah rasanya berkejaran dengan waktu.

Seminggu kemudian.

Sebuah sms masuk ke Nokiaku. Cha beasiswanya udah cair. di tunggu di kampus hari ini jam kerja, ampe jam 12 paling telat. Ita.

Siap teh, segera meluncur..balasku kepada smsnya.

Aku pun sampai ke kampus sebelum jam dua belas siang, karena hari itu aku ijin tidak masuk kerja ke tempat magangku.  Aku sengaja memutuskan untuk magang kerja, karena saat itu aku sedang liburan semester selama tiga bulan. Jadi waktu liburku kumanfaatkan sebaik-baiknya untuk cari tambahan uang biaya kuliah. Karena setelah liburan ini aku mengambil skripsi.

” Alhamdulillah uang beasiswa nya udah cair, tapi pencairannya akan dikolektifkan oleh kampus untuk langsung dibayarkan ke iuran kampus para peserta beasiswa. Jadi Icha tolong ditandangani surat kuasa ini.” Kata pak Muhtadin, yang mengurusi keuangan di kampus.

“Ok pak siap!saya mah gak apa-apa. Asal uang iuran kuliah saya lunas semua.”

Beliaupun pun tersenyum.

Setelah semua urusan beres , aku mendekati staff TU, teh Ita yang sudah tampak santai dari pekerjaannya. Aku pun iseng-iseng bertanya kepadanya.

“Teh, maaf nih. Icha mau tanya. Kenapa Icha bisa dapat beasiswa terus mendadak banget sih teh. Hari itu ditelpon hari itu harus beres juga. Untungnya beres.Heheh,”

“Iya Cha, maaf ya memang mendadak. Sebenarnya pengumuman beasiswa ini sudah di tempel di papan informasi sejak tiga bulan yang lalu. Tetapi karena kuota dan syarat para pesertanya belum terpenuhi jadi teteh inget icha dan menghubungi icha pas deadline pengumpulan.”

Alhamdulillah aku diingatnya karena daripada jajan gorengan aku memang lebih sering nongkrong di kelas atau di kantor TU kalo dosen dikelas gak ada (mata kuliah kosong). Selain malas naik turun tangga (ruang kelasku ada dilantai dua, jajanan ada di lantai bawah)dan mengobati rasa suntuk dengan menonton tivi yang ada di ruangan tersebut aku paling senang ngobrol dengan staff TU yang ada disini dan juga para dosen yang suka ikut nongkrong jika jam ngajar mereka sedang kosong. Ngobrol dan sharing dari mulai artis hingga mata kuliah yang gak ngerti ataupun obrolan yang ngalor ngidul. Semuanya mengasyikkan!

“Emangnya kuotanya berapa? trus syaratnya apa aja?”

“Kuotanya kan 25 orang. Nah kita hanya punya 22 orang. Jadi kurang tiga lagi. Trus syaratnya selain tidak mampu dan nilai mata kuliah yang cukup  juga calon peserta haruslah yang mau mulai melaksanakan skripsi semester depan dan tahun ijazahnya paling muda, tahun 2005.”

“Ooh gitu. Emang selain Icha siapa lagi teh?”

“Hendar dan Haidar.”

“Ooh, alhamdulillah.” Ujarku kemudian.

Ahamdulillah uang beasiswa yang turun sebesar 5 juta pun cair dan semua iuran kuliahku mulai dari semester depan hingga biaya wisudapun lunas semua.

“Mah, alhamdulillah teteh dapat beasiswa dari kampus. 5 juta mah. Uang kuliah sampai wisuda beres.” laporku pada mamah yang saat itu sedang menunggui ketiga adik sepupuku yang ada di Mataram karena orang tua mereka berangkat haji.

“Alhamdulilah,” jawab mamah kemudian.

Aku sangat bersyukur sekali dengan skenario Alloh ini Karena disaat menjelang akhir kuliahku, usaha dagang papahku sedang berkurang. Sejak semester 5  aku sempat khawatir, uang iuran kuliah hingga wisuda sebesar 5 juta tidak bisa terlunasi.

Aku berpikir,”Darimana orang tuaku bisa mendapatkan uang sebesar itu sedangkan untuk makan sehari-hari saja kami selalu pas-pasan. Belum ditambah beban biaya pendidikan kuliah adikku dan sekolah adik bungsuku.”

Aku memutar otak mencari cara agar semuanya terlunasi dengan magang kerja ataupun mencari tambahan sebagai penerjemah buku berbahasa Arab. Ternyata inilah jawaban yang Alloh berikan.

Bagiku ini adalah usaha terbaik yang sudah aku lakukan untuk meringankan beban kedua orang tuaku dan membuat mereka tersenyum bahagia dan bangga.

Terimakasih ya,  Papah atas doa dan kesetiannya mengantarku..

Terimakasih  mamah atas dorongan semangatnya dan doa yang tak pernah putus kepadaku..

Terimaksih Alloh atas segalanya…

give away timeTulisan ini diikutsertakan dalam Semut Pelari Give Away Time 

Iklan

11 comments on “Dikejar Deadline

  1. Insan Robbani
    Juli 23, 2013

    Alhamdulillah….
    selamat atas prestasinya, Allah memang tidak pernah salah alamat dalam memberikan rezekinya, kepada siapa yang sungguh2 insya Allah akan mendapat karunianya..
    sekali lagi selamat… Man Jadda wa jada

  2. Agustina Dian Susanti
    Juli 23, 2013

    anak yang berbakti…:)

  3. nitaninit kasapink
    Juli 23, 2013

    Alhamdulillah… GUSTI ALLAH ga tidur, mbak Ayunda Slamet… 🙂

  4. Semut Pelari
    Juli 24, 2013

    Terima Kasih atas partisipasinya dalam Semut Pelari Give Away Time

  5. JeQ
    Juli 26, 2013

    Allah… selalu memberikan yg terbaik yg dibutuhkan hambanya… ^_^

  6. Dede Elin Hs
    Juli 30, 2013

    Alhamdulillah ya Mba,,,,selamat atas beasiswanya.
    jadi inget dulu waktu ngampus selalu dikabari mendadak klo dapat beasiswa, apalagi saya jauh ngurus-ngurus berkasnya karena di luar kota. tapi ya itu, butuh perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 23, 2013 by in Tulisan untuk Lomba Blog dan Give Away.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 39,598 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: