My Corner (Happy Think, Happy Life)

(Memang) Lidah Tak Bertulang

Suatu hari seorang ibu dan anaknya  hendak pergi ke bidan menengok cucunya yang baru saja lahir dari anaknya yang lain. Mereka melewati sebuah rumah, dan di depan rumah tersebut berdirilah tetangganya. Tiba-tiba tetangganya itu pun nyeletuk,

“Ibu Asih dan Neng Asia, mau kemana?” Tanya pak Ade.

“Mau ke bidan Ana pak, Susan anak saya sudah melahirkan. Kami mau menengoknya.” jawabnya

“Ooh.. Eh, ya. Kenapa yah Pak Edi itu jelek kaya monyet tapi ko anak-anaknya cantik- cantik?” kata pak Ade sambil melihat Asia, anaknya ibu Asih.

Deg.. jelas..jelas.. hati ibu Asih terluka. Pak Edi yang dibilang oleh pak Ade adalah suaminya.

“Permisi, pak. kami mau pamit.” kata ibu Asih.

 

 

 

Lisan atau Lidah memang sering kali disepelekan. Kita selalu merasa bangga jika bisa fasih berbicara. Kita harus bersyukur dengan karunia Allah atas kelebihan fasih berbicara tersebut,tetapi sebenarnya lidah jika kita tidak bisa menjaganya maka akan menyakiti hati orang lain.

Luka jasmani bisa disembuhkan. Tapi luka hati? Siapa yang bisa menjamin akan kesembuhannya. Bisa saja orang yang tersakiti hatinya memaafkan tetapi tidak bisa melupakan apa- apa yang terucap dari lidah orang yang menyakitinya. Padahal Allah SWT dan  Rasulullah SAW telah menyuruh kita untuk berkata yang baik atau diam. Allah berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (al-Ahzab: 70).

Rasulullah SAW pun bersabda,

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. al-Imam al-Bukhari hadits no. 6089 dan al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah z)

 

 

Rasulullah SAW  bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ تَعَالَى لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 6092)
Rasulullah  SAW  bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيْهَا يَزِلُّ بِهَا إِلَى النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah z)

 

Sesungguhnya bahaya Lisan itu sangat dahsyat. Amanah yang tentu saja berat. Lidah memang  begitu ringan tetapi untuk menjaganya sangat sulit.

Bahkan yang rajin ibadahnya, Sedekah, puasa tetapi dia tidak bisa menjaga lidahnya dan selalu menyakiti hati orang lain. Maka akan sangat dipertanyakan kualitas ibadahnya.

 

lidah                                                                                                                    gambar : http://www.google.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 1, 2013 by in artikel.

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 39,686 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: