My Corner (Happy Think, Happy Life)

Ternyata (hampir) Hepatitis A

Sudah Beberapa Bulan ini saya tidak memposting tulisan saya di blog.

Walaupun waktu itu sempat saya menulis tulisan saya di blog, tapi itu tak lain hanyalah pelarian dari rasa (amat) sakit yang saya alami.

Pada awal sakit, selalu saya mengeluhkan rasa bosan, ga ada gairah, dan yang terbayang di benak saya adalah bahwa usia saya tidak akan lama. tiap malam saya selalu merasa bahwa malam ini adalah malam terakhir saya bisa bersama suami saya.  (jujur selama saya sakit, semangat saya pudar, malahan rasa putus asa yang mendera..)

Akhirnya suami saya menyarankan saya untuk menulis.. sedikit demi sedikit walaupun masih berasa sakit.

saya menderita sakit sejak tanggal 4 februari 2013.

Saya kira sakitnya saya hanyalah sakit demam biasa.

Entah kenapa sejak saya mulai bekerja dan menikah saya mulai sakit-sakitan (untuk ini saya tak mau menduga-duga sebabnya). yang pasti adalah saya sering kali kelelahan tetapi tidak langsung beristirahat. dan bisa dihitung dalam lima-enam hari kerja pasti saja ada dalam minggu -minggu itu saya tak masuk.

sehingga ada teman yang nyeletuk saat diajak menengok:” ah, teh Ayunda mah bosen ditengok juga.. keseringan sakitnya..”

(yaa..lagian mana ada yang mau sakit-sakitan??)

 

Tapi kali ini ternyata sakitnya sungguh (bukan) sakit biasa.

berikut ini adalah proses yang panjang tersebut.. (yang terdokumentasikan oleh suami) :

1.  Jum’at, 1 Februari 2013 Jam 17.30

sudah terasa tidak enak badan sejak di kantor sampai saya jemput lewat jam pulang. isteri saya bawa pulang ke tempat tinggal (kontrakan).
2    Minggu, 3 Februari

isteri sudah terasa demam, pusing dan flue waktu pagi-siang hari.
Ketika itu acara arisan keluarga di rumah mertua dengan pemateri ust. Muhammad Yani (ustadz di tempat istri saya bekerja)

3    Senin, 4 Februari

Mulai tidak kuat masuk kerja. Badannya flue, pusing dan demam pada pagi-hari, siang terlihat normal (tampak sehat) hingga hari Sabtu. Dan dikira sakit demam biasa.
Hanya mengkonsumsi obat vitamin C (Degirol)

4    Sabtu, 9 Februari 2013 jam 10.00  

isteri dibawa ke UPT Kesehatan UNPAD, karena tidak ada dokternya (keburu pulang), dibawa ke dokter di BMS Kiaracondong karena biasa berobat di sana. Gejala yang terasa demam panas dingin, flue, lemas, tak bertenaga, dan pusing. Dan dokter yang memeriksa (dr.Hj. Fifin Raaflani) memberikan obat yang itu untuk obat types.
Tensi darah 90/80.

5    Senin, 11 Februari,

Setelah tahu kondisi sakitnya (gejala) types, saya mengambil obat cacing langsung ke Garut. Setelah mengkonsumsi obat seduhan air cacing 1 botol aqua, demamnya mereda (turun). Tetapi Malam hari dari jam 24.00 /sd jam 12 siang badannya panas di luar tetapi di dalam terasa dingin menggigil.     Surat Keterangan dokter ini sudah saya dikirim ke kantor bagian absensi (teh Dian).

6    Selasa, 12 Februari

Pada siang hari, teman-teman dari kantor seperti Ust. Ahmad, Ust.Zulkarnaen, Kang Ade pada nengok. Teman-teman dari karyawan tempat kerja  pada menengok (teh Tini, teh Dian, teh Widi, Mba Nana, teh Ari).

7    Selasa sore, 12 -18 Februari

Kondisi isteri masih ada demam panas dingin dan pusing serta lemas.    Sore hari Selasa terpaksa saya bawa isteri saya ke rumah mertua  (untuk dititipkan sementara), karena saya dapat sms untuk acara bertemu dengan Prof.Chamamah Soeratno (Gurubesar Sastra UGM) urusan pekerjaan pengantar buku yang sedang saya garap) tanggal 13-15 Februari beliau ada di Jakarta dan janji bertemu di sana.
8    Senin,18 Februari  

   kondisi isteri masih demam panas dingin dan pusing serta lemas, saya bawa isteri ke UPT Kesehatan UNPAD. Di kasih oleh dokter obat penurun panas Paracetamol dan obat magh Plantacid Forte 500 mg (tablet). Serta diperiksa (test) Kehamilan karena telat mentruasi, hasilnya masih (-).
Tensi darah : 100/80

Mengkonsumsi obat dari UPT Kesehatan UNPAD. Tetapi kondisi isteri masih tetap sakit.

Bahkan isteri merasa makin sakit, setelah menghabiskan obat magh. Tampak badan isteri ternyata mengalami pembengkakan di bagian rusuk kiri kanannya (lambung), perut juga keras dan membesar. Dan kondisinya tidak kuat duduk (nyeri) bagian perut dan punggung membengkak, jalan sakit, muka pucat, malam sulit tidur, lemas.

(Melihat kondisi ini saya berkali-kali membujuk isteri untuk diperiksa lagi ke UPT Kesehatan UNPAD atau langsung dibawa ke RS Al Islam atau RSU Rajawali. Tetapi isteri tetap tidak mau dibawa apalagi dirawat di rumahsakit).

Surat Keterangan dokter, tanggal 18 Februari, sudah saya dikirim ke kantor bagian absensi (teh Dian),

9    Selasa, 19 Februari     

teman dari kantor, teh Yeni datang menengok sambil meminta pekerjaan (data penggajian)

10    Rabu, 20 Februari

        siang hari datang yang nengok ibu-ibu tempat istri bekerja ,empat orang (ibu Diah dll).
Kemudian sore hari jelang asar datang menengok Kang Ade, Kang Dani (front office) dan ust. Andri.

        MENJALANI PROSES PENGOBATAN HERBAL  
1    Rabu, 20 Februari 2013 

Kondisi :
Tampak badan isteri ternyata mengalami pembengkakan di bagian rusuk kiri kanannya (lambung), perut juga keras da, n membesar (seperti orang hamil 7 bulan), tidak kuat duduk (nyeri), bagian perut dan punggung membengkak, jalan sakit, muka pucat, malam sulit tidur, lemas, Dada sesak pada malam hari. Sehingga untuk tidur pun, dada diganjal dengan bantal, badan lemas dan berkunang-kunang, jalan serasa melayang, konsentrasi kacau, dan bicara pun sering terceletot lidah dan berulang-ulang .
siang karena isteri tetap tidak mau dibawa ke Rumahsakit, saya menyarankan, “bagaimana kalau ke terapi herbal?” yang penting ada ikhtiar pengobatan, toh yang punya kesembuhan itu hakikatnya Allah. Jalannya bisa ke dokter atau bisa pula dengan terapi herbal. Yang penting kita berikhtiar berobat dan tidak keluar dari prinsip ajaran qur’an sunnah dan rasional-ilmiah.

Isteri pun sepakat dan meminta saya konsultasi/menghubungi  pengobatan herbal via sms terlebih dahulu, karena punya pengalaman setahun sebelumnya ketika sakit justru lebih terasa enak dengan terapi pengobatan herbal.

Sejak tanggal 20 Februari 2013, sakit isteri saya ditangani secara pengobatan herbal, ini dilakukan karena :
1.    Saya sebagai suaminya pun setuju, karena pengobatan herbal ini pun rasional, ilmiah dan sesuai dengan pemahaman saya selaku muslim (tidak keluar dari konteks qur’an dan sunnah). Bahkan bernilai plus karena mendapatkan pencerahan tausiyah, dimana sakit badan (fisik) itu memiliki hubungan pula dengan kondisi kesehatan rohani (pikiran dan jiwa).

2.    Kalau dibawa/dirawat ke rumahsakit, orangtua isteri (ibu mertua) yang mudah jatuh sakit dan mudah shok, apalagi kalau tahu kondisi anaknya di bawa ke rumahsakit. Jelas akan merepotkan banyak pihak.

3.    Berobat dengan herbal lebih murah biayanya.

4.    Meskipun lebih lama waktunya, sebatas pengetahuan saya, pengobatan herbal lebih aman dampaknya bagi organ tubuh isteri saya—dibanding obat medis, karena mengobati dari akar penyakitnya. Karena yang saya butuhkan adalah kesembuhan isteri sekaligus aman untuk badan (organ tubuh) isteri.

Dan kami percaya ahli herbal ini rasional-ilmiah dan sekaligus seorang berilmu agama yg berpegang pada konsep Qur’an-Sunnah.

2    Jum’at, 22 Februari 

Membawa isteri diperiksa langsung ke:
Rumah ahli pengobatan herbal
walaupun tidak bisa jalan (keadaan saat itu : perut sakit (bengkak) kembung dan membesar, punggung sakit, jalan berasa melayang, muka pucat, jalan pun sakit)

Selanjutnya isteri diobati dengan:

1)    Mengkonsumsi obat
(ramuan) Sambiloto, Biji Alpukat dan Jus Sirsak.

Resep ramuan obat yang di buat dan di berikan kepada istri:

Dua (2) Sendok makan daun Sambiloto, satu (1) biji Alpukat ditambah empat (4) gelas air  digodog matang sampai menjadi dua (2) gelas, diminum tiap pagi dan sore @ setengah (1/2) gelas setiap minum. Diminum setelah makan. Jus Sirsak segelas diminum setiap pagi (sekitar jam 8) sebelum makan.
2)    Harus makan yang lunak (lembek), tidak boleh yang pedas dan ada bumbu yang merangsang pencernaan, tidak boleh yang asam, panas dan dingin (kulkas).
3)    Mengkonsumsi kuning telor dan madu selama 1 bulan
4)    Nasi Tim (makanan lembek) selama 30 hari.
5)    makan Bubur Quiker-Outmeal dan Sari Gandum
6)    Harus menjalani proses ketenangan pikiran, jangan banyak gerak dan terlalu capek (harus bedrest)    Nama, alamat dan Pernyataan

Resep 1) obat ini dijalani selama dua (2) minggu.

Resep 2) masih berlangsung sampai tulisan ini dibuat.

Resep 3) makan yang lunak (lembek) dst. masih dijalani sampai tulisan ini dibuat.

Resep 4) dijalani dari 20 Februari s.d. 20 Maret

Resep 5) masih dijalani sampai surat ini dibuat.

13 .   Sabtu, 2 Maret

Jadwal Kontrol (berobat jalan),
Resep terapi yang dijalani :
1)    Membuat luluran (baluran): Minyak kayu putih 2 sendok makan, asem, dan gula merah secukupnya, dibalurkan ke bagian luar yang mengalami pembengkakan. Setiap 20 menit setiap malam (sebelum tidur). (Terapi ini terus masih dilakukan hingga sekarang). Alhamdulilah bagian yang nyeri berangsur berkurang, dan yang bengkak mengalami penyusutan.
2)    Menjalani terapi air mandi hangat (panas) selama 3 bulan
3)    dan harus istirahat jangan banyak bergerak.    Terapi 1) dan 2) luluran masih berjalan sampai surat ini dibuat.

Rabu, 6 Maret

Jadwal kontrol (berobat jalan):
1)    Paru-parunya agak terganggu, karena kurang oksigen
2)    Sayuran yang boleh dikonsumsi: Wortel dan Labu Siam, dan Sayur sop (bening).
3)    Buah-buahan yang boleh dikonsumsi: pepaya dan pisang.
4)    Minuman yang tidak boleh: susu putih, teh manis  (Hangat), air perasan kacang ijo.    Disarankan untuk bergerak walau sedikit. Buang air kecil ke kamar mandi dan setiap pagi jalan-jalan pagi karena ada rasa sesak di dada.

 Sabtu, 9 Maret 

Jadwal kontrol (berobat jalan).

Setelah tiga (3) kali kontrol dan menjalani pengobatan, alhamdulillah pembengkakan lambung dan nyeri perut, rusuk/dada, dan punggungnya sedikit demi sedikit berkurang/ mengalami penyusutan. Walaupun masih ada rasa sakit.

Dan diobati lagi dengan resep obat herbal:
1)    Satu buah biji buah delima yang ditumbuk, ditambah air 2 gelas dan diembunkan, diminum setengah gelas pagi dan setengah gelas sore hari.
2)    Diminta/dianjurkan mengkonsumsi Udang, dan Kerang (Harmis) rebus sebanyak 2 sendok makan sehari.
3)    Harus mengkonsumsi sop daging ayam bagian sayapnya.

Senin,11 maret
     Jadwal Kontrol (berobat jalan)     Dibatalkan karena ahli herbalnya mengobati ibunya yang sakit
   Selasa, 12 Maret

Jadwal Kontrol (berobat jalan)

Dari tanggal 10 maret mengalami gejala pusing berkunang-kunang hingga gelap mata dan susah buang air besar. Hasil diagnosa adalah dikarenakan darah kotor.Mengkonsumsi jamu pembersih darah (selama tiga hari) dan  air rebusan buah bit yang diblender (gunanya untuk mengeluarkan darah kotor).

Resep buah bit :
1 buah bit dibelah(3) tiga direbus bersama air  (5) lima gelas, hingga matang dan menjadi (3) tiga gelas. Diminum (1/2) setengah gelas pagi bangun tidur dan (1/2) setengah gelas malam sebelum tidur selama seminggu.

2.Meminum air kelapa (3) tiga kali sehari @(1) satu gelas
3.Mengkonsumsi daging dan telur ayam direbus
4. Tidak makan seafood dan sayuran berwarna hijau.
Ahad, 17 maret   

Jadwal kontrol berobat jalan

Dinyatakan oleh pengobatan herbal sudah membaik walau masih beberapa persen sakitnya, karena masih membutuhkan ketenangan pikiran supaya badannya cepat pulih dan fit. . Tetapi masih harus kontrol berikutnya.

Diberi resep:
1.    Memakan udang (ebi furai) 3(tiga) buah dalam satu hari
2.    Memakan harmis (kerang) 2 (dua) sendok
Resep ini di makan selama satu minggu.

3.    Meminum kembali godokan buah bit selama satu minggu
4.    Memakan sayap ayam yang di rebus (tidak boleh bagian yang lainnya)
Isteri dinyatakan sudah hampir sembuh (karena organ dalamnya sudah tidak panas lagi). Sekaligus dijelaskan bahwa isteri terserang: Pembengkakan Lambung, Limpa dan Hati (Karena ada gejala kena Hepatitis A bila organ dalamnya masih panas). (Sejak ini pula saya mengetahui detilnya kondisi isteri saya).

Selasa,19 Maret 2013 

isteri mengajak untuk tetirah ke rumah orangtua di Garut.

Dengan membawa berkas pekerjaan yang belum selesai (karena berharap kalo sudah membaik bisa dikerjakan).
Karena merasa isteri membutuhkan suasana yang tenang, dan juga tidak mau ditawarin ke orangtuanya . Selain itu, saya harus menitipkan isteri ke orangtua/keluarga, karena punya janji pekerjaan harus ketemu lagi dengan Prof. Chamamah Soeratno (Gurubesar UGM) lanjutan urusan pengantar  buku yang saya garap, pada tanggal 20 maret.

Dan berencana hanya dua-tiga hari di Garut.

Rabu, 20-27 Maret   

Bibir pecah-pecah, badan masih lemas (terutama setelah jalan-jalan pagi atau berjemur di bawah sinar matahari), Tensi darah 100/70.
Berat badan : 65 Kg (turun 5 kg dari berat badan sebelumnya)
Istri dalam kondisi menstruasi

Dari awal sakit hingga tanggal 28 maret 2013, istri hanya bisa tidur saja, belum bisa beraktifitas normal. (cara yang dilakukan: berjemur, jalan-jalan pagi, tetapi setelah itu badannya menjadi sangat lemas

 Jum’at, 29 Maret   

Jadwal Kontrol (berobat jalan) dan konsultasi.
(saya dan isteri ke Bandung, dan kembali ke Garut)

Tensi darah 100/70    Jadwal Kontrol (berobat jalan) dan konsultasi. Dan kembali ke Garut, karena barang-barang dan berkas pekerjaan isteri ada dibawa di Garut.

 Minggu, 31 Maret

Tensi darah 120/80 (kondisi badan istri fit)    Pulang dari Bandung, saya selama 6 hari, saya (suami Annisa Yuliana Balinda) yang jatuh sakit (pusing-pusing dan lemas) dan tensi darah saya ngedrop 100/70. (Hasil pemeriksaan kesehatan, saya kecapean).
Akhirnya saya berobat dulu
Sabtu malam, 6 April   

isteri saya (Annisa Yuliana Balinda) Kambuh lagi lambungnya karena mengkonsumsi sayur kacang merah (tanpa sepengetahuan dan kontrol saya dan ketidak tahuan istri saya terhadap kandungan di dalam sayur tersebut ).

Badannya langsung mengalami pembengkakkan lagi pada  lambung, perut dan rusuk kiri kanannya serta punggung. Disertai pusing, mual dan bahkan muntah-muntah, pucat, bibir kering seperti berdarah, dan tidak bisa duduk lagi (duduk nyeri perut dan dada terasa sesak ). Tensi darah 100/70

Saya berkonsultasi dengan ahli herbal. Dan memberi resep :
1.    Makan masih yang lembek dan sayap ayam yang di rebus.
2.    Meminum pocari sweat (1)satu hari satu botol
3.    Banyak minum air putih.
4.    Memakan telur rebus
5.    Minum madu (2) dua sendok makan    Saat kami berencana akan pulang ke Bandung,  dan isteri merencanakan masuk hari Senin, tanggal 8 April.

Minggu, 14 April siang (duhur)

Kondisi istri (pada pagi hari) membaik di banding minggu sebelumnya. Kemudian Kondisi istri ngedrop lagi (pada siang hari). Yang dialami :
Muntah-muntah, hampir pingsan, badannya serasa melayang (lagi), susah buang air besar dan pandangan kabur dan gelap.
Tensi darah 100/70
Berat badan : 61 Kg  (turun 9 kg dari keadaan sebelumnya)

Kemudian isteri diobati obat apotek:
1.    Plantacid Sirup (obat sakit lambung) 3 kali sehari sebelum makan,
2.    Paracetamol Tablet rasetamol (penurun panas) 3 kali sehari,
3.     Pocarisweat 1 botol sehari,
4.    mengkonsumsi Air kelapa (Hydro coco) selama seminggu,

atas saran dari pengobatan herbal.
1.    Jus sirsak segelas setiap pagi setelah makan (jam 10),
2.    Air godokan biji Alpukat (setengah biji direbus matang bersama air 4 gelas, direbus hingga matang menjadi 2 gelas) diminum setiap sore (jam 14) setelah makan siang.

Obat ini dikonsumsi selama dua minggu

   Senin, 22 April

Kondisi istri belum membaik, masih muntah-muntah dan susah buang air besar (dan dinyatakan karugrag/kambuh). Tensi darah 100/70.  Istri masih meminum
1.    Plantacid Sirup (obat sakit lambung) 3 kali sehari sebelum makan,
2.    Paracetamol Tablet rasetamol (penurun panas) 3 kali sehari,
3.     Pocarisweat 1 botol sehari,
4.    mengkonsumsi Air kelapa (Hydro coco) selama seminggu,
5.    Jus sirsak segelas setiap pagi setelah makan (jam 10),
6.    Air godokan biji Alpukat (setengah biji direbus matang bersama air 4 gelas, direbus hingga matang menjadi 2 gelas) diminum setiap sore (jam 14) setelah makan siang.

Saya berkonsultasi ke Bandung ke ahli herbal (tanpa istri) dan memberi resep untuk istri :
1.    Merebus ayam yang berumur 2 bulan (tulang yang masih rangu/ rawan) dengan bumbu (garam) selama 2 jam kemudian semua bagian tubuhnya, kecuali kepala dan organ dalamnya di buang. Setelah itu ayam yang telah matang di lembutkan. Disatukan hingga menjadi bubur nasi  ayam. Dikonsumsi selama(3) tiga hari..
2.    Minum madu sebanyak 2 (dua) sendok.

  Kamis, 25-27 April 2013  

Istri mengalami muntah-muntah dari habis subuh sampai- siang hari. Pusing, demam dan Badan lemas tidak bisa bangun lagi.

Isteri mengkonsumsi bubur ayam dan harmis (kerang) :
1.    Merebus ayam yang berumur 2 bulan (tulang yang masih rangu/ rawan) dengan bumbu (garam) selama 2 jam kemudian semua bagian tubuhnya, kecuali kepala dan organ dalamnya di buang. Setelah itu ayam yang telah matang di lembutkan. Disatukan hingga menjadi bubur nasi  ayam. di selingi dengan harmis (kerang) Dikonsumsi selama(3) tiga hari.
2.     minum hydro coco sehari satu botol.
3.    Minum madu sebanyak 2 (dua) sendok.
4.    Plantacid Sirup (obat sakit lambung) 3 kali sehari sebelum makan,
5.    Paracetamol Tablet rasetamol (penurun panas) 3 kali sehari,
6.     Pocarisweat 1 botol sehari,
7.    mengkonsumsi Air kelapa (Hydro coco) selama seminggu,
8.    Jus sirsak segelas setiap pagi setelah makan (jam 10),
9.    Air godokan biji Alpukat (setengah biji direbus matang bersama air 4 gelas, direbus hingga matang menjadi 2 gelas) diminum setiap sore (jam 14) setelah makan siang.
Istri dalam keadaan menstruasi

 Kondisi sampai akhir bulan April -4 mei

pembengkakan Lambungnya sudah menyusut, hanya sedikit nyerinya (masih terapi luluran Kayu putih+Asem+gula merah setiap malam jelang tidur). Kondisinya batuk dan pilek selama dua minggu, pusing kepala bagian belakang, sedikit demam, sakit bahu dan punggung. Tensi darah 100/70
Berat Badan : 65 Kg (naik 4 kg dari berat badan sebelumnya)

Masih memakan makanan lembek (quaker oatmeal)

 Minggu, 5 Mei  

Karena keadaan istri saya masih mengalami batuk, pilek, kepala pusing dan rusuk kiri dan  kanan masih terasa sakit dan bengkak, bahu kiri kanan terasa sakit, punggung kanan sakit, kepala (belakang) kiri-kanan sakit dan berat (kadang nyut-nyutan), tulang belakang terasa ditusuk-tusuk, demam pada pagi hari-siang, pandangan gelap dan berkunang-kunang, ada rasa pegal dan linu di bagian otot dan persendian, nafsu makan kembali berkurang
Tensi darah 100/70

Istri saya   mengkonsumsi lagi obat herbal :
Kuning Gede 5 iris, Daun Saga 4 sendok makan, Air Kelapa 1 gelas, Jahe merah 5 iris, dun Kumis kucing setengah (1/2) gelas direbus bersama 6 gelas air sehingga mendidih menjadi matang 5 gelas. Kemudian diminum 2 kali sehari, setelah makan. Serta minum madu 2 sendok makan setelahnya. (Masih dijalani).

Minum obat herbal untuk (5) lima hari.

 

Senin,6 Mei

Kondisi isteri baru bisa duduk tanpa merasa sakit pada bagian punggung dan perut.
Tensi darah 100/70.
Saya konsultasi ke Bandung bertemu dengan ahli herbal (tanpa istri) dan diberi resep, bahwa luluran setiap malam masih diteruskan. Yaitu :
Kayu putih (2) sendok, gula merah secukupnya, asem secukupnya, dan ditambah alkohol (2) sendok .

Mandi air hangat jangan mandi pada malam hari (maksimal jam lima sore). Dan mandi air hangat (terapi) selama (4) empat hari.

Isteri harus dikondisikan dengan situasi yang membawa hati dan pikiran tenang
    Sabtu, 11 Mei

Kontrol ke ahli herbal (bersama istri)
Istri dinyatakan sembuh dari sakit (pembengkakan limpa, lambung, dan liver).

Tensi darah 110/70
Berat badan : 64 Kg (turun 1 kg dari berat badan sebelumnya)
Tetapi masih harus menjalani terapi mandi  air hangat (mandi pagi pukul 10) selama satu bulan lagi (11 mei- Juni), karena di diagnosa mengalami sakit flu tulang.
Dan diberi obat (resep) setiap masakan harus pakai lada (merica)
Serta masih harus  memakai luluran (Kayu putih, asem, gula merah dan alkohol).

See .. alhamdulillah berkat ijin dan pertolongan Alloh (melalui dokter dan ditangani ahli herbal tersebut) dan ketelatenan suami saya , saya bisa sembuh dari sakit yang saya alami (dari tanggal 4 feb-11 mei).

masih pucat

masih pucat

Lemas tak bertenaga

Lemas tak bertenaga

Sekarang saya lagi dalam masa penyembuhan dan pemulihan.. semoga saya bisa kembali sehat.. dan bisa SEMANGAT LAGI..

Garut, 20 Mei 2013.

 

 

 

Iklan

5 comments on “Ternyata (hampir) Hepatitis A

  1. Ulis Tiawati
    November 19, 2014

    terus semangat ya semoga kamu cepat sembuh..

    allah selalu ada untuk kita sesulit apapu itu..

  2. rskabc
    Juni 5, 2015

    Semoga diberikan kesembuhan ya kak, Amin ya rabbal alamin

    • ayundaslamet
      Juni 26, 2016

      Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan sehat wal’afiat. Bahkan lebih sehat dari sebelumnya. Itu kejadiannya tahun 2012 kok.. hehhe

      Terimakasih ya, telah berkunjung ke blog saya saudara/saudari rskabc (chaerdevilzcOder.wordpress.com)

      Salam kenal, ya 🙂

  3. Din Syams
    Mei 12, 2016

    sebaiknya jangan sekali-sekali mengkonsumsi obat meskipun sekedar paracetamol. setiap obat yang dikonsumsi akan menambah kerusakan hati. langsung konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam yang kompeten (dalam hal ini, dokter lebih ahli). saya meragukan banyak rumah sakit atau klinik yang sebenarnya mendiagnosa tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
    saya juga punya teman, yang salah diagnosa, hepatitis a dikira tifus. setelah penyakit bertambah parah, baru ketahuan salah diagnosa. akhirnya harus kehilangan waktu belajar 1 tahun untuk pemulihan.

    untuk pembengkakan hati, sebaiknya istirahat total, sampai pembengkakan hilang dan badan sudah kuat melakukan aktifitas.
    tidak boleh terlalu capek, dan sudahkah cek darah tentang kemungkinan adanya virus selain hepatitis A(hep b atau c)? saya rasa dengan kondisi sekarang harus benar2 dicek.
    kalau sekedar hepatitis A, istirahat (bed rest, ya benar2 tidur samapai bosan seperti di rumah sakit) yang cukup dan diet hepatitis sudah cukup, tidak perlu pengobatan neko2. jadi sebenarnya jika dari awal sakit sudah didiagnosa dengan tepat, tidak perlu keluar uang banyak, cukup bed rest (meskipun lama, bisa 1-2 bulan),
    yang jadi masalah jika ternyata hep b atau c, perlu ditangani lebih lanjut oleh dokter yang ahli karena virus hep B atau C sifatnya yang jauh lebih ganas dan tidak bisa disembuhkan sendiri kecuali sudah kebal (sudah divaksin).

    • ayundaslamet
      Juni 26, 2016

      Alhmdulillah skarang sudah sembuh.. itu kejadiannya tahun 2012, dan memang saya waktu itu bedrest. Bedrest kurang lebih 4 bulanan. Karena memang sudah tidak bisa jalan, tidak kuat megang gelas. Kerjaannya hanya tiduran aja. Bangun hanya diwaktu makan, shalat dan buang air..

      Terima kasih atas masukannya, ya

      Salam Kenal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 20, 2013 by in Uncategorized and tagged .

Award Kontest Blog

Warung Blogger

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Komunitas Bunda Terampil Menulis

Visitors Flag

Flag Counter

Live Traffic Feed

Yang berkunjung Ke Blog Saya

  • 39,686 hits

PageRank My Blog

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: